JAKARTA, - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atau PT PII mencatat 55 proyek yang sudah dijamin dan menarik investasi hingga Rp 573 triliun.Perusahaan negara di bawah Kementerian Keuangan ini mendapat mandat khusus untuk mendorong keterlibatan swasta dalam pembiayaan infrastruktur strategis.Plt Direktur Utama PT PII Andre Permana menjelaskan misi lembaganya bertujuan mengurangi ketergantungan proyek pada kapasitas fiskal APBN.“Total ada 55 penjaminan yang sudah kami berikan, selesaikan mandat yang diberikan pada kami,” kata Andre dalam media briefing di PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), Cikarang, Jawa Barat, Rabu .Baca juga: Asosiasi Asuransi Jiwa Soal Program Penjaminan Polis: Bantu Jaga Kepercayaan MasyarakatDari total tersebut, 37 proyek masuk skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU, dan 18 proyek lain berada di luar skema KPBU. KPBU merupakan mekanisme pembiayaan yang melibatkan swasta untuk pembangunan infrastruktur publik strategis.Sejumlah proyek besar ada dalam daftar penjaminan, seperti Tol Bogor Serpong, Tol Jakarta Cikampek II Elevated, Tol Japek II Selatan, SPAM Regional Karian Serpong, Tol Cikunir Ulujami, serta Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.“Penjaminan tersebut alhamdulillah dengan exposure penjaminan totalnya sudah di atas Rp 110 triliun, padahal aset kami cuma Rp 17 triliun saat ini, itu alhamdulillah bisa mengenerate nilai investasi sebesar Rp 573 triliun rupiah,” ujar Andre.Andre menilai skema KPBU memberi ruang bagi negara untuk mendorong investasi tanpa harus menyediakan dana besar di awal. Keterlibatan swasta membuat nilai investasi dapat berkembang lebih cepat.“Kalau pemerintah kita punya tujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang salah satunya dikontribusi melalui investasi, nah skema-skema inilah yang harus didorong ke depan,” tutur Andre.Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, PT PII Dampingi Petani Karawang Tanam Bibit UnggulPT PII juga menjamin proyek telekomunikasi strategis seperti Palapa Ring Paket Barat, Tengah, dan Timur, serta satelit multifungsi High Throughput Satellite 150 Gbps atau Satria–1.Peran PT PII mencakup capacity building untuk Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama, optimalisasi Alokasi Risiko dan Struktur Proyek, penyusunan struktur penjaminan, serta monitoring dan manajemen klaim.“Penyediaan satelit, proyek satelit Satria juga dengan program Palapa Ring melalui KPBU juga harapkan bisa memperkuat ketahanan dari sisi infrastruktur telekomunikasi kita,” ujar Andre.Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menilai dukungan PT PII memegang peran kunci. Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, menyebut Palapa Ring sudah beroperasi sejak 2019, sedangkan Satelit Satria I mulai beroperasi pada 2024.Fadhilah atau Indah menjelaskan konektivitas internet di banyak wilayah kini lebih mudah diakses setelah Satria I beroperasi. Tantangan besar sempat muncul karena proyek berlangsung pada masa pandemi.“Alhamdulillah dengan dukungan dari PII dan juga EBUP kami, kita melalui masa yang cukup pelik pada saat pandemi COVID-19, kita bisa lalui itu,” kata Indah.
(prf/ega)
PT PII Sudah Dampingi Jamin 55 Proyek, Tarik Investasi Sampai Rp 573 T
2026-01-12 10:11:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:52
| 2026-01-12 10:39
| 2026-01-12 10:26
| 2026-01-12 10:00
| 2026-01-12 08:54










































