BBWS Pastikan Status Bendungan Sindangheula Masih Normal di Tengah Curah Hujan Tinggi

2026-01-12 06:48:54
BBWS Pastikan Status Bendungan Sindangheula Masih Normal di Tengah Curah Hujan Tinggi
- Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) memastikan kondisi Bendungan Sindangheula tetap aman dan normal di tengah hujan berintensitas tinggi sejak 17–18 Desember 2025.Limpasan air terjadi di permukaan spillway, namun tidak melewati tubuh bendungan dan masih sesuai pola operasi.Pemantauan dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi potensi banjir di wilayah hilir.BBWS C3 juga memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan bendungan dan masyarakat sekitar.Dilansir dari Antara, Kepala BBWS C3 Dedi Yudha Lesmana di Kota Serang, Banten, Kamis, mengatakan pengawasan teknis di lapangan terus diperkuat sebagai langkah antisipasi.“Sebagai langkah antisipatif, kami terus meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca, debit inflow dan outflow, serta berkoordinasi dengan instansi terkait (BPBD, Dinas PU, Basarnas) untuk antisipasi terhadap potensi banjir,” ujarnya.Ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi dari sumber resmi.“Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap siaga,” ucap Dedi Yudha Lesmana.Hasil pemantauan Kamis pukul 12.10 WIB menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) berada di elevasi +106,840 mdpl.Posisi tersebut sekitar 20 sentimeter di atas elevasi puncak pelimpah atau spillway yang berada di +106,613 mdpl.Limpasan air mengalir melalui mercu spillway dan tidak melewati tubuh bendungan.Menurut Dedi, kondisi ini masih berada dalam batas normal sesuai pola operasi bendungan.Daya tampung waduk saat ini tercatat mencapai 10.250.002,57 meter kubik dari total kapasitas 9.987.023,88 meter kubik.Limpasan yang terjadi merupakan bagian dari sistem pengamanan bendungan untuk mengendalikan volume air saat curah hujan tinggi.BBWS C3 menetapkan status Bendungan Sindangheula pada posisi Limpas (Normal).Operasi bendungan dijalankan secara terkendali untuk memastikan keselamatan struktur serta aliran air ke wilayah hilir tetap aman.


(prf/ega)