BPBD Halmahera Selatan Sebut Kerusakan Vegetasi di Area Hulu akibat Penebangan Kayu Salah Satu Penyebab Banjir Bandang

2026-01-13 05:50:51
BPBD Halmahera Selatan Sebut Kerusakan Vegetasi di Area Hulu akibat Penebangan Kayu Salah Satu Penyebab Banjir Bandang
HALMAHERA SELATAN, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, melakukan investigasi untuk mengidentifikasi penyebab banjir bandang yang melanda dua desa transmigrasi, Sumber Makmur dan Lalubi.Dua desa di Kecamatan Gane Timur tersebut dilanda banjir bandang pada 2-3 Desember 2025.Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dipimpin Kepala BPBD Halmahera Selatan, Aswin Adam, menemukan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya banjir yang berulang.Dalam laporan investigasinya yang diterima Kompas.com, Aswin mengungkapkan bahwa kerusakan vegetasi di area hulu akibat penebangan kayu menjadi salah satu penyebab utama.Baca juga: Banjir Bandang di Halmahera Selatan Rendam 201 Rumah Warga“Banyaknya muatan kayu memakai mobil truk keluar masuk Desa Sumber Makmur,” katanya.Selain itu, meluapnya Sungai Akelamo disebabkan oleh pendangkalan dan penyempitan badan sungai serta saluran drainase yang belum tertata dengan baik.Aswin menekankan perlunya normalisasi dan penanganan sungai secara komprehensif sepanjang kurang lebih dua kilometer.Lebih lanjut, Aswin juga mengungkapkan perlunya perbaikan jalan di 10 titik yang rusak. Panjang masing-masing titik sekitar 50 meter.Baca juga: Banjir Melanda Halmahera Selatan, 2.430 Jiwa MengungsiKerusakan jalan ini menjadi kendala dalam mobilisasi alat berat dan distribusi logistik penanganan darurat.“Perlu dilakukan rapat lintas sektoral terkait dengan perizinan penebangan kayu di areal seputaran Desa Sumber Makmur sehingga ke depan lebih baik,” ujarnya.Saat ini, pihak BPBD masih menghitung kebutuhan penanganan darurat untuk normalisasi dan perbaikan di jalan utama menuju Desa Sumber Makmur.Hasil investigasi TRC BPBD Halmahera Selatan ini akan dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan daerah, Pemprov Malut dan BNPB serta berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).Baca juga: Sungai Akelamo Meluap, Banjir Rendam 2 Desa Transmigrasi di Halmahera Selatan“Kami mengimbau agar warga tetap siaga,” tambah Aswin.Banjir bandang yang terjadi baru-baru ini mengakibatkan 201 unit rumah terendam, kerusakan pada 10 titik jalan utama dan mengganggu akses ekonomi serta pendidikan anak-anak.“Pendapatan masyarakat tani menurun dan lambatnya penanganan pasien untuk dirujuk ke puskesmas terdekat,” ungkapnya.Dengan ketinggian permukaan air yang mencapai 1-1,30 meter, dampak dari bencana ini cukup signifikan bagi masyarakat setempat.


(prf/ega)