Bapanas: Stok Telur Ayam Aman Sampai Lebaran

2026-01-13 12:11:23
Bapanas: Stok Telur Ayam Aman Sampai Lebaran
JAKARTA, - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan stok telur ayam ras nasional aman hingga perayaan Idul Fitri 2026 mendatang. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan produksi telur ayam dalam negeri surplus karena tingkat produksinya yang besar. "Stok telur kita secara nasional banyak. Intinya sangat memenuhi kebutuhan nasional. Secara nasional ketersediaan telur sangat banyak. Lewat Ramadhan juga aman. Surplus kita. Kita tidak ada masalah kalau telur," kata Ketut dalam keterangan resminya, Kamis . Baca juga: Pemerintah Bidik Swasembada Gula, Telur, dan Daging Ayam pada 2026 Ketut mengatakan, kenaikan harga telur ayam cenderung bersifat musiman. Komoditas ini tidak terdampak Makan Bergizi Gratis (MBG) program andalan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pengaruh MBG terhadap permintaan komoditas telur pada 2025 belum signifikan. Adapun kenaikan harga telur dalam beberapa waktu terakhir, kata dia, lebih dipengaruhi momen Natal dan Tahun Baru 2026. “Saat ini namanya sedang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), demand-nya naik hingga ada kenaikan," ujar Ketut. Baca juga: Harga Telur Ayam Naik di 175 Kabupaten dan Kota, Tembus Rp 31.000 Per Kg Ketut menuturkan, Bapanas rutin memutakhirkan data Proyeksi Neraca Pangan Nasional setiap bulan. Pada neraca itu, angka kebutuhan nasional terhadap telur ayam ras, termasuk untuk program MBG masih bisa disuplai produksi dalam negeri 100 persen. Menurutnya, dari kebutuhan konsumsi telur nasional, porsi permintaan MBG terhadap telur belum begitu besar. Berdasarkan catatan Bapanas, kebutuhan konsumsi telur ayam ras per tahun diperkirakan mencapai 6.487 juta ton. Dari jumlah itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG baru meminta pasokan 1,96 persen atau 127,3 ribu ton telur ras.Baca juga: BPS Sebut MBG Picu Kenaikan Harga Telur


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-01-13 11:13