- Pencarian terhadap Pendeta Lea Felanie (59) yang hilang terseret banjir bandang di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya membuahkan hasil.Jenazah korban ditemukan sejauh sekitar 3 kilometer dari rumahnya, tepatnya di sekitar pasar tradisional Tukka, pada Minggu sore.Penemuan ini mengakhiri pencarian tragis pendeta perempuan yang menjadi korban bencana banjir bandang disertai lumpur, kayu gelondongan, dan bebatuan yang meluluhlantakkan kawasan permukiman warga di Kecamatan Tukka.Baca juga: “Bu, Ada Susu?”, Potret Ibu dan Balita Bertahan Hidup Pascabanjir Bandang Tapanuli TengahAnak ketiga korban, Betty Trifena Ritonga, membenarkan penemuan jenazah ibunya tersebut. Setelah mendapat informasi, keluarga langsung mendatangi rumah sakit untuk memastikan identitas korban.“Puji Tuhan. Mama kami sudah ditemukan hari ini di Pasar Tukka, sekitar 3 kilometer dari rumah,” kata Betty kepada wartawan, Minggu .Menurut Betty, jenazah Pendeta Lea Felanie akan dimakamkan pada Senin pukul 09.30 WIB.“Mama sudah bersama Bapa di surga. Akan dimakamkan besok pagi,” ujarnya.Pemakaman akan dilangsungkan di pemakaman depan Gereja GPDI, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah.Baca juga: Bertahan 8 Jam di Atas Kulkas, Juwita Selamat dari Banjir Bandang di Tapanuli TengahPeristiwa banjir bandang terjadi pada Selasa pagi. Saat itu, Pendeta Lea Felanie dan suaminya, Pendeta Irwanner Muda Ritonga (57), sedang sarapan pagi di rumah yang berdampingan langsung dengan bangunan gereja.Wilayah tersebut diketahui telah diguyur hujan deras selama beberapa hari sebelumnya.Usai sarapan, Lea Felanie beres-beres rumah, sementara sang suami masih duduk. Tak lama kemudian, Pendeta Irwanner mendengar suara keras seperti kayu menghantam pintu gereja.Ketika dicek, kayu besar dari arah perbukitan sudah merusak pintu bangunan. Tak berselang lama, air bah disertai lumpur, kayu, dan bebatuan datang dengan sangat cepat.Baca juga: Pasca-Siklon Senyar, Ilmuwan Khawatir Populasi Orangutan Tapanuli Makin TerancamDalam kondisi darurat tersebut, Pendeta Irwanner berusaha menyelamatkan diri.“Bapak melompat ke rumah sebelah dan manggil mama, ‘Ayok, sudah banjir!’,” tutur Betty menirukan kesaksian ayahnya.Namun nahas, sesaat setelah sang suami berhasil menyeberang, rumah yang berdempetan dengan gereja itu langsung terseret banjir bandang, bersama Pendeta Lea Felanie yang masih berada di dalam rumah.
(prf/ega)
Hilang 20 Hari Saat Banjir Tapanuli Tengah, Jenazah Pendeta Lea Felanie Ditemukan 3 Kilometer dari Rumah
2026-01-12 05:31:29
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 05:48
| 2026-01-12 05:09
| 2026-01-12 04:54
| 2026-01-12 04:13










































