Banjir Kembali Menerjang Maninjau Sumbar: Puluhan Rumah dan Akses Lubuk Basung-Bukittinggi Terdampak

2026-01-12 04:07:04
Banjir Kembali Menerjang Maninjau Sumbar: Puluhan Rumah dan Akses Lubuk Basung-Bukittinggi Terdampak
- Banjir bandang kembali menerjang kawasan Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis siang.Menurut Camat Tanjung Raya, Al Hafid, banjir Maninjau ini dipicu oleh meluapnya Sungai Batang Aia Pisang akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.Luapan sungai membawa air bercampur lumpur dan material bebatuan yang masuk ke kawasan permukiman warga.Baca juga: Update Korban Banjir Sumatera Barat: Meninggal 261 Jiwa, Hilang 72 OrangAl Hafid menyampaikan, banjir bandang menggenangi puluhan rumah warga yang berada di Jorong Pasar, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.Selain merendam rumah warga, banjir bandang juga berdampak pada ruas jalan penghubung antar daerah sehingga mengganggu aktivitas masyarakat."Air disertai material lumpur berbatuan mengenai sekitar puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau dan termasuk jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi," katanya dilansir dari Antara.Baca juga: Banjir Susulan di Pidie Jaya Aceh Sudah SurutLanjut Al Hafid, sejumlah rumah yang berada di sepanjang aliran Sungai Batang Aia Pisang juga turut mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir bandang tersebut.Namun demikian, hingga kini pihaknya bersama pemerintah nagari masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerusakan yang terjadi akibat banjir Maninjau."Tidak ada korban jiwa, dan rumah rusak sedang dalam pendataan," katanya.Menurut Al Hafid, hingga saat ini intensitas hujan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.Baca juga: Sebulan Pascabencana, 2 Desa di Pesisir Selatan Sumbar Belum Tersentuh Bantuan Alat BeratDengan kondisi itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir bandang susulan, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.Sebelumnya, banjir bandang juga melanda Maninjau setelah terjadi longsor di bagian hulu sungai, tepatnya di kawasan Kelok 28. Peristiwa itu menyebabkan aliran sungai menjadi dangkal dan meningkatkan risiko banjir.Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai guna memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir bandang kembali terjadi.


(prf/ega)