Tari Kecak hingga Angling Jadi Daya Tarik TMII Saat Libur Natal

2026-01-12 15:58:17
Tari Kecak hingga Angling Jadi Daya Tarik TMII Saat Libur Natal
JAKARTA, – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga untuk menghabiskan libur Natal 2025. Sejak Kamis siang, kawasan wisata budaya tersebut dipadati pengunjung dari berbagai daerah.Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan arus kedatangan pengunjung ramai di pintu masuk utama TMII.Setelah memasuki kawasan, sebagian pengunjung tampak mengantre angkutan keliling (angling) untuk berkeliling anjungan-anjungan provinsi yang tersebar di area TMII.Baca juga: Tanpa Kembang Api, TMII Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa dan Seribu LilinSelain angling, pengelola TMII juga menyediakan sejumlah alternatif transportasi ramah lingkungan, seperti skuter listrik dan sepeda listrik, yang dapat disewa pengunjung untuk menjelajahi kawasan.Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk menikmati suasana TMII yang lebih asri tanpa kendaraan bermotor.Di sejumlah titik, tenant makanan tersedia untuk memenuhi kebutuhan pengunjung, mulai dari makanan berat hingga camilan.Tak sedikit pula pengunjung yang memilih berpiknik di sekitar anjungan atau area danau TMII dengan menggelar tikar sambil menyantap bekal atau makanan yang dibeli di lokasi.Salah satu pengunjung, Bima (35), warga Depok, mengaku sengaja datang ke TMII bersama istri dan anaknya untuk menikmati atraksi air mancur menari dan pertunjukan tari kecak."Iya kebetulan ke sini sama anak dan istri, mau nonton air mancur dan Tari Kecak sih, sekalian keliling-keliling naik angling juga, liburan murah meriah aja," jelas Bima di kawasan TMII, Kamis.Meski demikian, Bima mengeluhkan antrean angling yang cukup panjang akibat membludaknya jumlah pengunjung. Menurut dia, penambahan armada angling dapat menjadi solusi saat momen libur panjang.Baca juga: Libur Natal, Pengunjung Ragunan Tembus 28.000 Orang hingga Siang Hari"Sebenarnya bagus sih enggak ada kendaran motor jadi asri juga, tapi antre anglingnya lumayan lama sih, tapi masih maklum karema liburan, ya kalau bisa ditambah armadanya," jelasnya.Hal serupa disampaikan Desy, warga Lubang Buaya, Jakarta Timur. Ia datang ke TMII bersama anaknya untuk mengisi libur Natal sekaligus menyaksikan pertunjukan Tari Kecak yang sebelumnya sempat penuh pengunjung."Ya liburan sih kesini ngajak bocah, tapi penasaran juga Tari Kecak, karena waktu itu sempat mau lihat tapi full banget, ini coba dateng siang," jelas Desy.Menurut Desy, TMII tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal budaya Indonesia secara langsung."Selain tari kecak ya, buat anak belajar aja sih, kebetulan anak masih kelas 3 SD, biar tahu soal rumah adat, enggak dari buku saja," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 15:12