Usai Penangkapan Dramatis, WN China Berontak di Bandara Soekarno-Hatta saat Dideportasi

2026-01-12 21:49:58
Usai Penangkapan Dramatis, WN China Berontak di Bandara Soekarno-Hatta saat Dideportasi
JAKARTA, – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan (Jaksel) mendeportasi warga negara (WN) China berinisial AS (50) ke negara asalnya pada Minggu .AS dideportasi setelah penangkapan yang berlangsung dramatis lantaran ia sempat mencoba kabur saat akan dibawa petugas menuju Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.Humas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jaksel, Ardo, menjelaskan AS merupakan daftar pencarian orang (DPO) Pemerintah China atas kasus kejahatan ekonomi di negara asalnya.“AS sudah di deportasi tanggal 30 November 2025,” ucap Ardo saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa .Baca juga: Drama Penangkapan WN China di Jakarta: Kabur dari Mobil Petugas, Ditangkap di Stasiun MRTProses deportasi dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Namun, saat proses berlangsung, AS sempat memberontak hingga akhirnya diborgol oleh petugas.Berdasarkan video yang diterima Kompas.com, AS yang saat itu mengenakan sweater coklat dan celana krem memberontak sehingga lima petugas diperlukan untuk menahannya.Setelah berhasil ditangkap, salah satu petugas memasang borgol plastik berwarna merah pada pergelangan tangan AS. AS kemudian dibawa ke dalam pesawat dengan penjagaan ketat di sekelilingnya. Aksi tersebut menarik perhatian para penumpang pesawat yang sedang menunggu di area sekitar.Sebelumnya, AS ditangkap setelah pihak Imigrasi menerima surat resmi dari Kedutaan Besar China yang meminta bantuan pencarian dan penangkapan terhadap yang bersangkutan, pada Kamis .Setelah menerima surat tersebut, tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian melakukan pemantauan di sebuah apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, yang diduga menjadi tempat tinggal AS. Pemantauan dilakukan hingga Jumat .Pada Jumat itu, petugas melihat AS berada di lobi apartemen dan mendekatinya sambil menunjukkan surat perintah tugas dan identitas. AS kemudian diminta untuk ikut ke Kantor Imigrasi Jaksel menggunakan mobil Alphard putih yang dikemudikannya bersama sopir.Baca juga: Imigrasi Deportasi WN Swedia Pelaku Kejahatan Kekerasan Serius Namun dalam perjalanan menuju kantor imigrasi, situasi sempat memanas karena AS berusaha melarikan diri.“Petugas meminta sopir menepi untuk menunggu anggota lainnya, tetapi tidak dihiraukan oleh pengemudi. Dalam kondisi lalu lintas macet menuju Jalan Jenderal Sudirman, AS tiba-tiba keluar dari mobil dan berusaha melarikan diri,” jelas Ardo.Saat berada di Jalan Jenderal Sudirman, kondisi lalu lintas yang macet membuat AS tiba-tiba keluar dari mobil dan melarikan diri. AS berlari menuju Stasiun MRT Bendungan Hilir (Benhil).Petugas Imigrasi kemudian mengejar AS dan dibantu oleh petugas keamanan serta PIC MRT Benhil untuk menghentikan upayanya melarikan diri.“Saat masuk ke Stasiun MRT Benhil, petugas kami yang mengikuti dari belakang dibantu oleh petugas keamanan dan PIC MRT berhasil menghentikan langkah yang bersangkutan,” ungkap Ardo.Setelah berhasil ditangkap, AS dibawa ke Kantor Imigrasi Jaksel untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum akhirnya diputuskan untuk dideportasi.


(prf/ega)