BREN dan BRMS Masuk MSCI Global Standard Indexes, Simak Prospek Sahamnya

2026-01-16 07:42:57
BREN dan BRMS Masuk MSCI Global Standard Indexes, Simak Prospek Sahamnya
JAKARTA, - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) resmi masuk dalam daftar MSCI Global Standard Indexes, berdasarkan hasil tinjauan berkala yang dirilis oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 5 November 2025.Perubahan komposisi ini efektif setelah penutupan perdagangan 24 November 2025 dan mulai berlaku pada 25 November 2025.Menariknya, MSCI menempatkan BREN di antara tiga saham terbesar yang baru masuk ke MSCI Emerging Markets Index, bersama Zijin Gold International dan GF Securities Co. H dari China.Keberhasilan dua emiten ini dinilai sebagai sinyal positif bagi pasar modal Indonesia di mata investor global.Baca juga: BREN dan BRMS Masuk MSCI Global Standard Indexes, ICBP dan KLBF Terdepak Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa BREN dan BRMS memang sudah lama diprediksi akan masuk ke indeks global tersebut karena potensi pertumbuhannya yang kuat.Menurutnya, menjelang pengumuman resmi dari MSCI, kedua saham tersebut sudah mengalami tren bullish karena pelaku pasar optimistis terhadap peluang keduanya untuk bergabung ke indeks prestisius ini.“Kedua saham sebelumnya sudah digadang-gadang sebagai kandidat kuat yang masuk MSCI karena potensi pertumbuhan,” ujar Nafan kepada Kompas.com, Kamis .“Menjelang pengumuman MSCI, kalau saya melihat, sudah mengalami bullish sebelumnya, karena para pelaku pasar optimis bahwasannya kedua saham ini yang bisa, yang memiliki peluang yang besar untuk masuk ke MSCI. Seperti itu kalau hemat saya,” paparnya.Masuknya BREN dan BRMS ke MSCI akan membuat saham-saham tersebut menjadi lebih likuid dan semakin menarik bagi investor institusional global maupun manajer investasi yang menjadikan MSCI sebagai acuan portofolio.Nafan menjelaskan, bergabungnya dua emiten ini ke indeks global akan meningkatkan eksposur mereka di pasar internasional, serta memperbesar potensi arus dana asing ke pasar modal Indonesia.Dengan begitu, minat investor global terhadap saham-saham domestik diharapkan akan semakin kuat.“Tentunya kalau saya juga masuk ke MSCI, nanti akan jadi lebih likuid, hemat saya kedua saham lebih likuid, karena tentunya nanti kan masuk ke MSCI, nanti kedua saham ini akan menjadi salah satu pertimbangan yang krusial bagi para pelaku investor global atau fund managers global untuk dalam pertimbangan masuk ke portofolionya, seperti itu,” bebernya.Terkait prospek saham, Nafan menilai BRMS memiliki potensi pertumbuhan yang menarik karena perusahaan tengah fokus memperluas bisnis pertambangan emas.Salah satu proyek andalan BRMS adalah tambang emas di Poboya, Sulawesi Tengah.Selain fokus pada peningkatan kapasitas produksi emas, BRMS juga melakukan diversifikasi ke pertambangan tembaga sebagai upaya untuk memperkuat portofolio bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan di masa mendatang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-16 06:01