SOLO, - Belakangan ini banjir menerjang di beberapa daerah di Indonesia termasuk yang terparah banjir Sumatera. Curah hujan yang tinggi membuat air menggenang pemukiman dan jalan raya.Selain rumah, mobil-mobil juga menjadi properti yang terendam banjir. Kondisi tersebut membuat lumpur mengotori kabin mobil yang seharusnya kering dan bersih.Melihat kondisi tersebut, beberapa orang mungkin mempertanyakan apakah mobil bekas banjir bisa diperbaiki sehingga kembali pulih seperti semua.Baca juga: Cara Mudah Mendeteksi Mobil Bekas BanjirImun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan mobil bekas banjir bisa diperbaiki tapi tidak bisa pulih seperti baru, bila memperhitungkan biayanya.“Penanganan mobil bekas banjir tergantung dari setinggi apa genangan airnya, semakin tinggi maka komponen kemungkinan rusak atau perlu diperbaiki makin banyak,” ucap Imun kepada , Sabtu .Mobil bekas banjir bisa pulih mendekati kondisi semula, asal penanganannya benar, cepat, dan total.Namun hampir tidak mungkin 100 persen kembali seperti sedia kala, terutama jika banjirnya parah atau air masuk hingga ke kabin dan mesin.Baca juga: Apa Benar EV Lebih Aman dari Banjir? Ini Penjelasan Teknisnya/WAHYU ADITYO PRODJO Dua mobil terlihat teronggok rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat pada Jumat siang. Delapan hari pasca-banjir bandang, sejumlah motor dan mobil belum dievakuasi.“Bila air hanya merendam bagian luar, tidak masuk kabin, mesin dan transmisi, ini termasuk yang paling ringan, cukup cuci kolong, cek rem, ganti oli mesin dan oli transmisi agar lebih aman,” ucap Imun.Mobil dengan kondisi tersebut, bisa pulih hampir 100 persen karena kotoran bekas banjir tidak sampai merusak komponen dan interior mobil.Bila air masuk ke dalam kabin, tapi tidak sampai menenggelamkan dasbor. Penanganan bisa fokus pada karpet dasar.Baca juga: Benarkah Mobil Diesel Lebih Tahan Banjir? Ini FaktanyaTangkapan layar TikTok (@354_.rifqi_.313) Mobil Isuzu Panther terendam banjir mesinnya masih bisa menyala, pakar otomotif UNY beri penjelasan“Bongkar interior, cuci karpet dasar, keringkan semua kabel-kabel di bawah karpet, ganti seat belt pretensioner jika mobil sudah dilengkapi, terutama jika kena air,” ucap Imun.Kondisi seperti ini, mobil bisa mendekati normal, tapi bau lembab kadang sulit hilang 100 persen, selain itu ada potensi karat di bawah karpet. Semakin lama mobil dibiarkan basah, jamur dan bakteri bisa tumbuh dan mempersulit penanganan.“Bila banjir sampai menenggelamkan dasbor, ECU/ECM akan terendam, sensor-sensor dan kabel juga risiko korsleting, air bag pasti rusak dan harus diganti, bila semua diganti pasti butuh biaya mahal, sedangkan bila diperbaiki tak bisa pulih 100 persen,” ucap Imun.Baca juga: Perbedaan Kerusakan Mobil Terjebak Banjir Saat Mesin Mati dan HidupSebenarnya, menurut Imun, menangani mobil bekas banjir sangat kompleks, sehingga butuh waktu pengerjaan lebih lama. Selain itu butuh ketelatenan dan ketelitian tingkat tinggi agar semua sistem di mobil bisa kembali normal.“Seperti harus memeriksa mesin, transmisi, elektrikal, dan sebagainya di luar penanganan interior dan eksterior, kebanyakan orang memilih menjual mobil yang pernah kebanjiran parah,” ucap Imun.Daripada memperbaikinya, kebanyakan bengkel menyarankan untuk dijual karena dana yang terpakai bisa saja untuk beli unit baru.Baca juga: Ini Alasan Mobil ICE Bisa Kembali Menyala Usai Terendam Banjir"Apalagi mobil sempat terseret banjir dan menyebabkan bodi ringsek, perbaikannya akan lebih banyak," ucap Imun.Jadi, mobil bekas banjir bisa saja diperbaiki dan kembali seperti semula, namun semakin parah banjirnya akan membuat peluang komponen rusak makin banyak, dan butuh biaya tak sedikit.
(prf/ega)
Perbaikan Mobil Bekas Banjir, Bisa Pulih 100 Persen?
2026-01-12 04:59:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:57
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 03:39
| 2026-01-12 03:39
| 2026-01-12 02:32










































