Kisah Tim Medis Buka Layanan Kesehatan di Wilayah Terisolasi Gayo Lues Aceh

2026-01-12 01:10:32
Kisah Tim Medis Buka Layanan Kesehatan di Wilayah Terisolasi Gayo Lues Aceh
GAYO LUES, – Dua pekan pascalongsor yang melanda kawasan Dusun Kegiatan, Kecamatan Putri Betung, akses Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane masih belum bisa dilalui.Jalur itu tertutup total sehingga warga dan pelintas tertahan tanpa kepastian kapan jalan kembali normal.Di tengah situasi tersebut, tenaga medis dari Kabupaten Gayo Lues bersama Puskesmas Putri Betung turun langsung ke lokasi longsor.Mereka membuka layanan kesehatan gratis untuk warga dan pengendara yang terjebak antrean panjang sejak Senin .Baca juga: Gubernur Aceh Terbuka untuk Bantuan Asing: Mereka Tolong Kita, Kok Kita Persulit? Kan BodohRombongan ini dipimpin Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gayo Lues, dr Junaudi. Kehadiran mereka merupakan bagian dari Satgas Tanggap Bencana IDI yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Gayo Lues.Seorang dokter Puskesmas Putri Betung, dr Romi Alimico, terlihat aktif memeriksa satu per satu warga yang mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan.Puluhan orang memanfaatkan waktu menunggu proses pembersihan material longsor dengan berkonsultasi.Keluhan yang muncul beragam, mulai dari ISPA, batuk, iritasi kulit, trauma ringan, hingga penyakit kronis yang memburuk akibat akses yang terputus.“Kami membawa obat-obatan dari stok Dinas Kesehatan, ditambah donasi dari para donatur luar daerah. Prioritasnya adalah penanganan penyakit kronis, keluhan pernapasan, kulit, hingga trauma yang banyak muncul pascabencana,” ujar dr Junaudi dikutip dari Serambinews, Rabu . Baca juga: Listrik di Aceh Baru Menyala 60 Persen, DPR Minta Bahlil Tak Bohongi PresidenSelain memberikan pengobatan, tim medis juga mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan di tengah situasi darurat.Mereka menekankan penggunaan air bersih, menjaga sanitasi, serta langkah pencegahan penyakit yang rentan berkembang akibat lingkungan yang belum stabil.Salah satu dokter, Romi, tetap melayani warga hingga satu per satu keluhan ditangani, mulai dari anak-anak hingga lansia. Banyak dari mereka mengaku mengalami pusing, sesak, dan luka akibat upaya evakuasi mandiri.“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih. Kondisi pascabencana sangat rentan memicu berbagai penyakit,” ujarnya.Mantan Ketua IDI Gayo Lues yang ikut turun gunung, dr Safwan menjelaskan, tim medis telah menyambangi sejumlah titik terdampak yang hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki, seperti Tripe Jaya, Rikit Gaib, dan Pantan Cuaca.Hingga siang, antrean kendaraan masih mengular. Proses pembukaan jalur terus dilakukan oleh petugas gabungan.


(prf/ega)