Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi

2026-02-07 13:44:09
Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Lakukan Peremajaan Pompa dan Kolam Retensi
- Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mempercepat penanganan banjir, salah satunya melalui peremajaan sistem pompa dan pengerukan kolam retensi di sejumlah titik strategis.Langkah tersebut dilakukan agar kapasitas pembuangan air meningkat, khususnya di wilayah yang sering terdampak banjir, seperti Genuksari, Trimulyo, dan Gebanganom.Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto mengatakan bahwa saat ini proses peremajaan pompa di Rumah Pompa Tenggang sudah berjalan dengan baik.“Total nanti semuanya enam pompa dengan kapasitas 2.000 liter per second (LPS) per unit. Tiga sudah terpasang, tiga lainnya masih proses, tetapi sebagian masih bisa dioperasikan. Jadi, total kapasitas nantinya mencapai 12.000 LPS,” jelas Suwarto.Baca juga: Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per DetikPeremajaan pompa serupa juga dilakukan di Rumah Pompa Sringin. Dari lima unit pompa, empat telah selesai diganti dan satu lainnya ditargetkan rampung dalam waktu dekat.Suwarto menegaskan, seluruh pekerjaan di Rumah Pompa Sringin ditargetkan selesai pada November 2025.Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa DPU Kota Semarang juga tengah menyiapkan peremajaan pompa di Rumah Pompa Waru dan Muktiharjo Kidul.Beberapa unit pompa lama yang sempat rusak kini sudah berfungsi kembali, namun tetap akan diganti agar dapat bekerja lebih andal.Baca juga: Cuaca Ekstrem, Pemkot Surabaya Bersihkan Saluran dan Tambah Rumah Pompa“Di Waru dan Muktiharjo Kidul kapasitasnya juga akan disamakan, masing-masing dua unit dengan kapasitas 2.000 LPS. Ada yang sudah bisa operasi sementara, sambil menunggu unit baru datang,” jelas Suwarto.Sementara itu, percepatan proses pengerukan sedimen di kolam retensi Muktiharjo akan dikerjakan secara swakelola oleh Pemkot Semarang pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan daya tampung air tetap optimal selama musim hujan.“Di Muktiharjo, nanti kami lakukan pengerukan sedimen agar kapasitas retensi tidak berkurang. Ini bagian dari strategi jangka panjang kami dalam menjaga sistem pengendalian banjir,” ungkap Suwarto.Baca juga: Walkot Semarang Yakin Kolam Retensi dan Tanggul Laut Efektif Kendalikan Rob dan BanjirUpaya peremajaan sistem pompa yang dilakukan Pemkot Semarang mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat.Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti memastikan bahwa peremajaan dan integrasi sistem pompa ini merupakan bagian dari solusi terpadu untuk menanggulangi banjir di wilayah pantura, khususnya Kota Semarang.“Kami sedang menyiapkan rumah pompa dan sistem pengendali air yang komprehensif. Harapannya, seluruh pekerjaan bisa selesai pada akhir tahun ini agar penanganan banjir semakin efektif,” ujarnya.Baca juga: Banjir Semarang Menyusut, Pompa Air Pemprov Jateng Gantian Sedot Banjir di SayungPernyataan tersebut disampaikan Diana saat meninjau kondisi pompa di kawasan Tenggang, Sringin, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), dan Terboyo, dalam kunjungan kerjanya ke Semarang, Sabtu .“Kami berharap dengan sistem ini, persoalan banjir di Semarang bisa teratasi secara menyeluruh,” ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-07 12:48