Adat Toraja Dijadikan Lelucon Pandji, PMTI: Pahami Dulu, Bukan Menertawakan

2026-01-12 00:08:32
Adat Toraja Dijadikan Lelucon Pandji, PMTI: Pahami Dulu, Bukan Menertawakan
TANA TORAJA, – Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Makassar merasa keberatan atas materi Stand up Comedy yang disampaikan Pandji Pragiwaksono, yang dianggap melecehkan tradisi adat Rambu Solo', upacara pemakaman khas Tana Toraja.Ketua PMTI Makassar, Amson Padolo, menyebut candaan Pandji telah melukai perasaan masyarakat Toraja.“Kami sangat menyayangkan seorang tokoh publik berpendidikan seperti Pandji menjadikan adat Toraja sebagai bahan lelucon,” kata Amson.“Ada dua hal yang membuat kami terluka. Pertama, pernyataannya bahwa banyak warga Toraja jatuh miskin karena pesta adat. Kedua, anggapan bahwa jenazah disimpan di ruang tamu atau depan TV. Itu tidak benar dan sangat menyinggung,” imbuhnya.Baca juga: Hadapi Dua Proses Hukum Terkait Candaan Adat Toraja, Pandji Pragiwaksono: Saya Akan Belajar dari Kejadian IniMenurut Amson, tradisi Rambu Solo’ merupakan bagian dari penghormatan terakhir terhadap leluhur dan memiliki nilai sosial dan spiritual yang dalam.Ia menilai, penyampaian Pandji mempersempit makna budaya tersebut menjadi sekadar candaan tentang kemiskinan dan praktik irasional.Amson berharap Pandji segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Toraja.“Kami tidak anti kritik. Tapi jika menyangkut adat dan budaya, seharusnya ada upaya memahami terlebih dahulu, bukan menertawakan,” imbuhnya.Sam Barumbun, salah seorang tokoh adat Toraja Utara, mengatakan, tidak ada orang Toraja yang melaksanakan adat sampai jatuh miskin.“Dalam satu tongkonan, ada banyak keluarga dan setiap keluarga memberi sumbangan sesuai kemampuan, bukan paksaan. Intinya, Pandji Pragiwaksono harus datang ke Toraja dan akan diadakan rapat adat untuk memberi sanksi adat kepadanya,” ucapnya.Baca juga: Kronologi Pandji Pragiwaksono Dilaporkan Masyarakat Toraja Sam menambahkan, dalam filosofi Sangtorayan, jenazah yang disimpan di rumah sebelum upacara Rambu Solo’ tidak berarti ditelantarkan.Melainkan masih dianggap sebagai bagian dari keluarga yang “sakit.” “Masyarakat Toraja meyakini bahwa almarhum atau almarhumah masih sakit sebelum upacara Rambu Solo’ digelar. Kalau di tongkonan, jenazah disimpan di sumbung (tempat tidur), sedangkan di rumah pribadi biasanya di kamar," jelasnya."Jika upacara sudah dekat, barulah jenazah dimasukkan dalam peti dan dibungkus kain, sehingga tidak benar kalau wajahnya terlihat pucat dan seolah tak terurus,” tambahnya.Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Komika Pandji Pragiwaksono menyatakan kesiapannya untuk menghadapi dan menjalani proses hukum yang berlaku menyusul kontroversi materi lawakannya tentang adat Toraja. 


(prf/ega)