Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Mulai 1 Januari 2026 untuk Pulihkan Ekosistem

2026-01-16 18:09:15
Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Mulai 1 Januari 2026 untuk Pulihkan Ekosistem
MATARAM, - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengumumkan penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani, mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2026.Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko bencana hidrometeorologi, serta pemulihan ekosistem di kawasan taman nasional tersebut.Berdasarkan surat pengumuman nomor PG.8/T.39/TU/KSA.04.01/B/12/2025, penutupan ini akan berlangsung selama 3 bulan, terhitung mulai 1 Januari hingga 31 Maret 2026.Baca juga: Pendaki 18 Tahun Jatuh dan Meninggal di Gunung Rinjani, Mendaki secara IlegalPengumuman penutupan yang dibagikan melalui instagram @btn_gn_rinjani menjelaskan, keputusan ini merujuk pada informasi prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Mataram.Saat ini, wilayah Nusa Tenggara Barat sedang memasuki masa peralihan menuju musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem.Termasuk hujan lebat dan angin kencang yang dapat memicu bencana banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.Baca juga: Pendaki Berusia 18 Tahun Tewas Terjatuh di Jalur Aik Berik Gunung RinjaniSelain faktor keselamatan pengunjung, penutupan rutin tahunan ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem.Tanpa adanya aktivitas manusia, flora dan fauna di kawasan Rinjani memiliki kesempatan untuk beregenerasi secara alami.Penutupan berlaku di 6 pintu masuk resmi pendakian, yaitu:Senaru (Lombok Utara)Torean (Lombok Utara)Sembalun (Lombok Timur)Timbanuh (Lombok Timur)Tetebatu (Lombok Timur)Aik Berik (Lombok Tengah)Bagi masyarakat atau wisatawan yang berencana melakukan aktivitas sebelum penutupan, berikut adalah jadwal penting yang harus dipatuhi.Batas Akhir Booking Tiket (eRinjani):28 Desember 2025, pukul 23.59 WITABatas Akhir Check-in: 31 Desember 2025Batas Akhir Check-out: 3 Januari 2026Baca juga: Walhi Sebut Fenomena Air Terjun Dadakan di Lereng Rinjani akibat Kurangnya Resapan AirPihak Balai TNGR meminta seluruh calon pendaki dan pelaku jasa wisata (TO, Guide, dan Porter) untuk mematuhi aturan ini demi keselamatan bersama."Mari kita dukung upaya konservasi ini. Rinjani bukan hanya untuk dikunjungi hari ini, tetapi dijaga untuk generasi esok," tulis BTNGR di keterangan tersebut.Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul BTNGR Umumkan Penutupan Pendakian Rinjani Mulai 1 Januari hingga Maret 2026.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 16:21