- Filler dagu menjadi salah satu prosedur estetika yang banyak dipilih untuk membantu membentuk kontur wajah. Namun, tidak semua filler memiliki karakteristik dan daya tahan yang sama. Jenis bahan yang digunakan menjadi faktor penting yang menentukan seberapa lama hasil filler dapat bertahan di dalam tubuh.Dokter kecantikan dr. Friska Natasya, dipl.AAAM., menjelaskan bahwa filler pada dasarnya merupakan bahan yang disuntikkan ke dalam wajah untuk membentuk atau memperbaiki kontur wajah, termasuk area dagu.“Jadi filler itu kan sebenarnya adalah bahan yang disuntikkan ke dalam wajah untuk membentuk kontur wajah,” ujarnya kepada Kompas.com di Skin Evo Clinic, Jakarta Selatan, Rabu .Baca juga: Faktor yang Memengaruhi Ketahanan Hasil Filler Dagu Menurut dr. Friska, terdapat beberapa jenis bahan filler yang digunakan dalam dunia estetika. Namun, dua yang paling sering dipakai adalah asam hialuronat dan calcium hydroxyapatite.“Macam-macam bahannya, ada yang bahannya calcium hydroxyapatite, ada yang bahannya asam hialuronat, tapi mostly yang paling umum digunakan adalah asam hialuronat ini,” jelasnya.Asam hialuronat menjadi pilihan utama karena karakteristiknya yang relatif aman dan familiar bagi tubuh.Baca juga: Filler Dagu pada Usia Muda, Kapan Perlu Dilakukan dan Apa Tujuannya?Dr. Friska menjelaskan bahwa asam hialuronat sebenarnya bukanlah zat asing sepenuhnya bagi tubuh. Bahan ini secara alami sudah ada di dalam tubuh manusia, terutama pada jaringan kulit.“Asam hialuronat ini sebenarnya adalah bahan alami yang ada di badan kita. Cuma ini kayak dibuat pabrikan, dimasukkan untuk membentuk kontur wajah tadi,” ujarnya.Meski berasal dari bahan buatan, asam hialuronat yang digunakan dalam filler sudah dirancang menyerupai struktur alami yang sudah dikenal oleh tubuh.“Bukan bahan alami dari tubuh kita, tapi kita juga punya secara alami ada di badan kita si asam hialuronat. Ini cuma buatan yang menyerupai itu,” kata dr. Friska.Baca juga: Manfaat Filler Dagu untuk Mengatasi Perubahan Wajah akibat PenuaanDari sisi durabilitas, filler berbahan asam hialuronat memiliki masa ketahanan yang relatif lebih singkat dibandingkan calcium hydroxyapatite.“Kalau asam hialuronat ini memang jangka masa ketahanannya itu lebih cepat hilang dibandingkan yang si kalsium hydroxyapatite,” ujar dr. Friska.Namun, lama ketahanan asam hialuronat juga dipengaruhi oleh kekentalan bahan yang digunakan.
(prf/ega)
Mengenal Bahan Filler Dagu dan Perbedaan Masa Ketahanannya
2026-01-12 07:22:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:20
| 2026-01-12 06:46
| 2026-01-12 04:57
| 2026-01-12 04:53
| 2026-01-12 04:47










































