JAKARTA, - Direktur Utama PT Inhutani V Dicky Yana Rady menjelaskan proses penerimaan mobil Rubicon dalam kasus korupsi kerja sama pengelolaan kawasan hutan di PT Inhutani V tahun 2024-2025.Hal ini Dicky sampaikan saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi untuk terdakwa sekaligus Direktur PT Paramitra Mulia Langgeng (PT PML) Djunaidi.Dicky menjelaskan, mobil Rubicon ini tidak langsung diberikan oleh Djunaidi. Namun, ia lebih dahulu mengatakan mau mengganti mobil miliknya.Hal ini disampaikan Dicky kepada Djunaidi.Baca juga: Dirut Inhutani V Dicky Akui Terima 10.000 USD untuk Ganti Stick Golf“Saat pembicaraan terakhir saya sampaikan, ‘Pak Djun, saya mau tukar mobil Pajero. Nanti beli ya sama Pak Djun’. Saya bilang kan gitu,” ujar Dicky dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin .Dicky mengatakan, usai berkomunikasi dengan Djunaidi, ia dihubungi oleh Aditya Simaputra yang merupakan asisten pribadi Djunaidi serta staf perizinan di PT Sungai Budi Group.“Adit bilang betul bapak ganti mobil? Iya, Dir, saya bilang. Mau jenis apa? (tanya Adit). Saya belum kepikiran, saya bilang,” ucap Dicky menjelaskan isi percakapannya dengan Adit.Beberapa waktu kemudian, Adit memberikan sejumlah rekomendasi, mulai dari mobil produksi Korea hingga merek Subaru dari Jepang.Namun, Dicky belum ‘sreg’ dengan yang disebutkan.Ia pun mencari sendiri jenis mobil yang diinginkannya dan melihat sebuah iklan untuk satu jenis mobil Rubicon.Baca juga: Penyuap Dirut Inhutani yang Terjaring OTT KPK Segera Disidang “Nah ada beberapa kendaraan, lalu ada mobil Rubicon, Pak. Saya lihat harganya Rp 2,3 (miliar) ada SP (special price). Nah kemudian saya lihat juga di iklan, saya lihat iklan Pak mobil second. Ternyata, harganya enggak jauh-jauh beda gitu,” jelas Dicky dalam sidang.Tak lama, ia pun mendatangi diler dan pada hari itu juga, Dicky membayar uang muka atau down payment (DP) senilai Rp 50 juta untuk mobil Rubicon warna merah.“Saat itu saya DP langsung. DP Rp 50 juta ke perusahaan (diler mobil) itu,” lanjut Dicky.Usai membayar DP Rubicon, Dicky mengaku langsung menghubungi asisten Djunaidi, Adit.Kepada Adit, Dicky mengatakan tidak perlu dibantu lagi untuk mendapatkan mobil.
(prf/ega)
Direktur Inhutani Buka-bukaan Asal Usul Rubicon dan Uang 189.000 Dollar Singapura dari Swasta
2026-01-11 03:32:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:34
| 2026-01-11 03:22
| 2026-01-11 02:53
| 2026-01-11 01:35










































