Dua Orangutan Pulang ke Taman Nasional Tanjung Puting, Menhut Tegaskan Komitmen Pelestarian Hutan

2026-02-04 16:16:28
Dua Orangutan Pulang ke Taman Nasional Tanjung Puting, Menhut Tegaskan Komitmen Pelestarian Hutan
Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melepasliarkan dua individu orangutan bernama Douglas Soledo dan Robina di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah (Kalteng).Douglas merupakan orangutan jantan yang usia nya 17 tahun, sedangkan Robina dengan jenis kelamin betina yang berusia 25 tahun, kedua satwa ini dilindungi dan telah menjalankan proses rehabilitasi yang panjang sebelum dinyatakan siap kembali ke habitat."Saya melakukan pelepasliaran dua individu. Ya, itulah rumah mereka, rimba raya. Kita jaga habitat orangutan supaya nanti anak cucu kita masih bisa bersama orangutan," ujar Menhut Raja Juli dikutip dari www.sustainlifetoday.com, Selasa .AdvertisementDia juga menegaskan, pelepasliaran ini bukan hanya sekedar memluangkan satwa ke habitatnya yaitu alam, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan hutan tetap selalu lestari dan aman dari berbagai ancaman, termasuk penebangan liar atau perusakan habitat.Dalam hal tersebut, Raja Juli mengunjungi Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) yang berada di Desa Pasir Panjang yang dikelola Orangutan Foundation International (OFI).Fasilitas tersebut merawat sekitar 329 anak orangutan yatim dan berfungsi juga sebagai pusat karantina, perawat medis, serta rehabilitasi fisik, mental, dan perilaku sebelum pelepasliaran.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 15:20