Pesan Pahlawan Bondi Beach El Ahmed Sebelum Beraksi: Saya Akan Mati, Temui Keluarga Saya

2026-01-12 05:51:41
Pesan Pahlawan Bondi Beach El Ahmed Sebelum Beraksi: Saya Akan Mati, Temui Keluarga Saya
SYDNEY, - Pahlawan penembakan Bondi Beach Ahmed El Ahmed sempat berpesan kepada sepupunya untuk memberitahu keluarganya bahwa dia akan menyelamatkan nyawa orang sebelum beraksi.Diketahui, El Ahmed menuai pujian setelah berhasil merebut senjata dari salah satu pelaku penembakan Bondi Beach, Sydney, Minggu .Dalam insiden itu, setidaknya 16 orang tewas dan 22 korban lainnya mengalami luka-luka.Saat itu, El Ahmed sedang di pantai bersama sepupunya, Jozay Alkanj.Baca juga: Orang Tua Ceritakan Sosok Ahmed El Ahmed, Pahlawan Penembakan Bondi BeachMenurut pengakuan Alkanj, El Ahmed memintanya untuk menyampaikan pesan kepada keluarganya sebelum mendekati pelaku penembakan."Saya akan mati, tolong temui keluarga saya, (beritahu mereka) bahwa saya turun untuk menyelamatkan nyawa orang," kata Alkanj menirukan pesan El Ahmed, dikutip dari Independent, Selasa .Pihak keluarga sebelumnya mengatakan, El Ahmed dirawat di rumah sakit karena mengalami luka tembak di lengan kirinya.Ayahnya, Mohamed Fateh El Ahmed menuturkan, putranya menunjukkan naluri untuk melindungi orang lain dan menyebutnya sebagai pahlawan Australia."Temannya berkata kepadanya, 'Ayo kita minum kopi di Bondi'. Mereka sampai di sana dan terkejut melihat pria bersenjata menembakkan senjata ke arah orang-orang," ujarnya."Anak saya adalah seorang pahlawan, dia pernah bertugas di kepolisian dan pasukan keamanan pusat, dan dia memiliki naluri untuk melindungi orang lain," sambungnya.Baca juga: Polisi Pahlawan Bondi Tewaskan Pelaku dari Jarak 40 Meter, Sekali TembakKepada stasiun televisi, orang tua El Ahmed mengatakan bahwa putranya pindah dari Suriah ke Australia pada 2006.Sementara, mereka baru tiba di negara itu beberapa bulan yang lalu setelah bertahun-tahun terpisah dari putranya.Sang ibu, Malakeh Hasan El Ahmed mengaku bangga dengan apa yang dilakukan putranya."Saya bangga bahwa putra saya membantu orang lain. Dia menyelamatkan nyawa. Tuhan tidak akan menyakitinya karena dia adalah orang yang berbuat baik," jelas dia, dikutip dari ABC Australia."Kami berdoa semoga Tuhan menyelamatkannya," sambungnya.Polisi menuturkan, Sajid Akram (50) dan anaknya, Naveed Akram (24) menjadi tersangka dalam kasus penembakan ini.Sajid ditembak oleh polisi dan tewas di tempat kejadian, sedangkan Naveed Akram baru bangun dari koma dan akan menghadapi proses hukum.


(prf/ega)