Mengolah Nilai Siswa, Tantangan Guru di Balik E-Rapor

2026-01-17 03:24:02
Mengolah Nilai Siswa, Tantangan Guru di Balik E-Rapor
Setelah ujian berakhir dan aplikasi rapor diperkenalkan, mengapa justru pengolahan nilai siswa menjadi tantangan paling berat bagi guru?Beberapa hari lalu, pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025–2026 untuk jenjang SD di Pekanbaru resmi berakhir. Bagi siswa, fase ini menandai selesainya rangkaian evaluasi belajar.Namun bagi guru, justru inilah awal dari pekerjaan panjang yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan pertimbangan matang.Setelah lembar jawaban dikumpulkan, tugas guru belum benar-benar selesai. Mengoreksi hasil pekerjaan siswa, mengolah nilai dari berbagai komponen, hingga memasukkannya ke dalam rapor menjadi rutinitas akhir semester yang tak pernah ringan. Di fase inilah beban kerja guru sering kali terasa paling nyata.Beberapa waktu sebelum SAS dilaksanakan, muncul wacana penerapan e-rapor yang disosialisasikan kepada guru.Harapannya jelas: penilaian menjadi lebih tertib, rapi, dan efisien. Teknologi diharapkan membantu memangkas proses administrasi yang selama ini menyita banyak waktu.Namun dalam praktiknya, informasi yang beredar justru memunculkan kebingungan. Guru disebut tetap harus mengisi rapor manual terlebih dahulu, sebelum melanjutkan penginputan ke e-rapor. Bagi sebagian guru, kondisi ini dipersepsikan sebagai penambahan beban, bukan penyederhanaan.Karena keterbatasan waktu dan belum matangnya kesiapan teknis, penggunaan e-rapor pun akhirnya belum diberlakukan secara resmi.Guru-guru SD negeri di Pekanbaru masih menggunakan aplikasi rapor manual seperti semester-semester sebelumnya.Situasi ini menunjukkan bahwa setiap kebijakan membutuhkan kesiapan sistem dan komunikasi yang matang sebelum diterapkan secara menyeluruh.Namun sesungguhnya, persoalan guru tidak berhenti pada urusan aplikasi semata. Tantangan yang jauh lebih besar justru terletak pada satu hal mendasar: bagaimana menentukan nilai siswa secara adil, logis, dan bertanggung jawab.Mengolah Nilai di Antara Standar dan Realitas AnakBagi sebagian besar guru, mempelajari aplikasi baru bukanlah hal yang paling menakutkan. Dengan pendampingan dan waktu adaptasi, kebanyakan mampu menyesuaikan diri.Kolaborasi antar guru pun kerap terjadi secara alami—guru muda membantu aspek teknis, sementara guru senior berbagi pengalaman pedagogis.Nah, yang lebih kompleks adalah proses penentuan nilai, terutama bagi siswa yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Di sinilah guru dihadapkan pada dilema yang tidak sederhana.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-17 01:10