Hasil Piala Dunia U17 2025: Mali Hancurkan Rival Indonesia, Argentina Tersingkir

2026-01-17 02:37:54
Hasil Piala Dunia U17 2025: Mali Hancurkan Rival Indonesia, Argentina Tersingkir
- Timnas U17 Zambia dan timnas U17 Argentina terpaksa mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia U17 2025 setelah tumbang dari lawan masing-masing.Pada Jumat waktu Qatar, sebanyak delapan laga di babak 32 besar telah berlangsung.Timnas U17 Zambia, yang sebelumnya mengalahkan timnas U17 Indonesia di fase grup, harus menerima kekalahan 1-3 dari Mali.Seydou Dembele, pemain muda berbakat Mali, menjadi bintang lapangan dengan satu gol dan satu assist, membantu Remond Bomba mencetak gol pada menit ke-51.Zambia sempat menyamakan kedudukan berkat gol Mapalo Simute, yang berhasil memanfaatkan umpan dari Kelvin Mulenga.Namun, Dembele kembali mencetak gol pada menit ke-85, mengembalikan keunggulan untuk Mali.Gol tambahan dari Lamine Keita di masa injury time memastikan Zambia tersingkir. Di sisi lain, Mali dapat melanjutkan perjalanan mereka ke babak 16 besar Piala Dunia untuk menghadapi Maroko.Baca juga: Fokus dan Mental Jadi Bahan Evaluasi Timnas U17 Indonesia Usai Piala DuniaTANGKAPAN LAYAR Felipe Esquivel merayakan gol bersama rekan setimnya dalam laga Piala Dunia U17 2025 Argentina vs Belgia di Aspire Zone, Qatar, Senin .Di laga lainnya, Argentina juga harus mengemas koper setelah kalah dari Meksiko lewat adu penalti.Argentina membuka skor lebih dulu melalui Ramiro Tulian pada menit kesembilan, tetapi Meksiko membalas melalui Luis Gamboa.Setelah pertandingan berakhir 2-2, laga berlanjut ke adu tos-tosan. Argentina gagal dalam adu penalti, sementara Meksiko sukses mencetak semua golnya.Portugal menjadi tim lain yang lolos ke babak selanjutnya dengan mengalahkan Belgia 2-1, di mana Anisio Cabral menjadi bintang dengan mencetak dua gol.Saat ini, masih ada delapan tiket yang diperebutkan menuju babak 16 besar, yang akan dilanjutkan pada hari Sabtu (15 /11/2025).Baca juga: Update Tim Lolos Piala Dunia 2026: Perancis Susul Inggris, Portugal TerjegalBerikut ini adalah hasil lengkap laga-laga Piala Dunia U17 2025 babak 32 besar yang bergulir pada Jumat :


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-17 01:05