PERINGATAN Hari Pahlawan 2025, muncul kehebohan pro kontra Soeharto selaku Presiden ke 2 Republik Indonesia menerima anugerah gelar Pahlawan Nasional.Adalah wajar di alam demokrasi bahwa banyak pihak antusias mendukung, tapi banyak pula yang tegas menolak. Banyak pula yang abstain, bahkan sama sekali tidak peduli.Mohon dimaafkan oleh mereka yang tidak setuju Pak Harto Pahlawan nasional bahwa saya pribadi setuju.Menurut pendapat subyektif saya, Pak Harto telah banyak berjasa sebagai Pahlawan Pembangunan terutama dalam bidang ekonomi terhadap negara, bangsa dan rakyat Indonesia maka layak diangkat menjadi Pahlawan Nasional.Namun di sisi lain, saya juga sadar bahwa Pak Harto adalah manusia biasa yang mustahil sempurna, maka pasti juga melakukan kesalahan-kesalahan dalam menunaikan tugas sebagai kepala negara Indonesia sehingga pasti ada yang tidak setuju Pak Harto jadi Pahlawan Nasional. Justru karena faktor itulah saya mendukung Pak Harto Pahlawan Nasional dengan syarat.Jika Soeharto Pahlawan Nasional, maka demi keadilan saya wajib balik mengajukan syarat bahwa seluruh presiden republik indonesia berhak dinobatkan sebagai pahlawan tanpa kecuali.Mereka memiliki jasa tersendiri bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia. De facto seorang pujangga lagu Ismail Marzuki telah diakui sebagai Pahlawan Nasional, maka wajarlah jika para presiden juga dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.Memang pada hakikatnya apa yang disebut sebagai kepahlawan adalah nisbi dan kontekstual, maka secara matematikal mustahil diukur secara pasti dan obyektif seperti halnya prestasi olahraga.Masing-masing presiden memiliki karakter kepemimpinan unik dan khas yang tidak bisa dibandingkan kelebihan maupun kekurangan satu dengan lain-lainnya.Analog Pandawa Lima terdiri dari Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa masing-masing memiliki kesaktian dengan kelebihan untuk saling mendukung dan saling mengisi sebagai suatu persatuan dan kesatuan kepemimpinan secara mandraguna tak terpisahkan sehingga akhirnya berhasil menaklukkan Seratus Kurawa di gelanggang medan pertempuran Bharatayuda di padang Kurusetra di dalam legenda Mahabharata.Mahaprahara dahsyat Bharatayudha serta Hiroshima dan Nagasaki menyebabkan Oppenheimer menyesal telah sudah memimpin produksi bom atom pada Manhattan Project atas prakarsa Amerika Serikat dengan dukungan Inggris dan Kanada agar tidak keduluan Jerman.
(prf/ega)
Heboh Soeharto Pahlawan Nasional
2026-01-12 06:20:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:54
| 2026-01-12 06:23
| 2026-01-12 05:42
| 2026-01-12 05:22
| 2026-01-12 05:02










































