Sempat Ditahan Polisi, 8 Pemuda yang Mengibarkan Bendera Bintang Kejora saat Konvoi Kendaraan di Nabire Akhirnya Dipulangkan

2026-01-12 07:17:56
Sempat Ditahan Polisi, 8 Pemuda yang Mengibarkan Bendera Bintang Kejora saat Konvoi Kendaraan di Nabire Akhirnya Dipulangkan
NABIRE, - Delapan pemuda yang sempat ditahan Kepolisian Resor (Polres) Nabire pada Jumat akhirnya dipulangkan.Para pemuda tersebut ditahan karena diduga mengibarkan bendera Bintang Kejora saat konvoi kendaraan bermotor di Nabire, Papua Tengah.Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Nabire telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 pemuda tersebut selama 1 x 24 jam.Baca juga: TNI Sita Panah, Hp, dan Bendera Bintang Kejora dari Tokoh OPM Enos Tipagau “Setelah kami lakukan pemeriksaan tidak terpenuhinya alat bukti yang cukup untuk menjerat 8 pemuda ini dengan pasal makar sehingga kami sudah pulangkan mereka,” kata Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Samuel Tatiratu dalam keterangan tertulis pada Minggu .Menurut Samuel, pihak penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang pemuda ini.Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa aksi mereka memegang bendera Bintang Kejora hanya spontanitas dan euforia, bukan bagian dari gerakan politik yang terstruktur.“Sudah dilakukan pemeriksaan, teryata ini hanya euforia saja dari mereka dan hanya spontanitas, karena merayakan acara wisuda dari kerabatnya. Kami tidak temukan adanya gerakan politik yang dilakukan oleh mereka,” ujarnya. Mantan Kapolres Asmat ini menyatakan, pihaknya tetap mengedepankan prinsip humanis dan pendekatan restorative justice untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.Baca juga: Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di Penutupan Festival Cenderawasih 2025, Pelaku Melarikan Diri“Delapan pemuda sudah kami pulangkan. Mereka juga sudah menandatangani peryataan dan membuat video permohonaan maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan serupa ke depan,” ucap Samuel.“Kami mengimbau kepada orang tua dari delapan pemuda ini, agar dapat menasehati anak-anaknya sehingga ke depan tidak terlibat dalam tindakan-tindakan yang merugikan masa depan mereka sendiri,” tutup Samuel.


(prf/ega)