JAKARTA, – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut, demokrasi di Indonesia tidak akan kuat tanpa kehadiran Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.Hal itu disampaikan Muhaimin saat menutup Musabaqoh Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) yang digelar DPP PKB bersama Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Raya, Jakarta Pusat, Minggu .Baca juga: Kadernya Jadi Tersangka KPK, Cak Imin: Pasti Diproses InternalAwalnya Cak Imin menyebut pesantren telah menjadi pengawal “rekayasa sosial” dalam membangun kultur dan budaya bangsa.Ia menyebut subkultur pesantren memberi makna besar terhadap perjalanan Indonesia, termasuk dalam memperkuat demokrasi. Kemudian ia menyinggung peran Gus Dur dalam perkembangan demokrasi di Tanah Air.“Rekayasa sosial menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran yang tidak kecil, amat sangat besar bagi membangun kultur dan budaya. Subkultur pesantren telah memberi makna dan warna. Demokrasi kalau tidak ada Gus Dur tidak kuat di tanah air,” katanya.Maka dari itu, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan. Baginya, pesantren juga memiliki peran besar dalam membentuk kehidupan keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan Indonesia.“Sejarahnya, pesantren itu bukan saja lembaga pendidikan. Kita lihat sejarah-sejarah pesantren tertua, pesantren-pesantren yang memiliki pengalaman dan peran jauh sebelum kemerdekaan,” ujarnya.Ia menambahkan, nilai-nilai dan khazanah keilmuan pesantren menjadi rujukan penting dalam memaknai demokrasi sebagai jalan kemajuan bangsa.“Demokrasi tidak akan bisa dimaknai sebagai jalan kemajuan kalau tidak ada rujukan khazanah-khazanah ilmu-ilmu pesantren hari ini,” ujarnya.
(prf/ega)
Cak Imin: Kalau Tak Ada Gus Dur, Demokrasi di Indonesia Tidak Kuat
2026-01-11 03:42:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:57
| 2026-01-11 03:06
| 2026-01-11 01:52










































