Anak Bunuh Ibu di Medan, Psikolog: Pelaku Sakit Hati Kakaknya Dipukuli

2026-02-03 23:47:17
Anak Bunuh Ibu di Medan, Psikolog: Pelaku Sakit Hati Kakaknya Dipukuli
MEDAN, - Psikolog Forensik, Irna Minauli, mengungkapkan alasan AL (12) nekat membunuh ibunya, F (42), setelah mendapati kakaknya kerap kali dipukuli.Irna menjelaskan, anak yang terpapar dengan kekerasan yang dilakukan orangtua terus ditambah dengan tontonan akan menimbulkan trauma yang besar."Cuma mungkin orang menanyakan yang lebih sering kena sasaran kan kakaknya ya, kok dia yang merasa sakit hati," kata Irna saat hadiri konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin ."Perlu diketahui bahwa, hubungan antara kakak dan adik jauh lebih erat dibanding anak dengan orangtua," tambahnya.Baca juga: Kapolrestabes: Obsesi Anak Bunuh Ibu di Medan dari Game dan Anime Irna menuturkan, kakak telah menjadi role model adik.Lebih dari itu, sang kakak juga selalu mendampingi adik dalam beberapa situasi.Alhasil, luka yang didapati kakaknya membuat adiknya terganggu."Terus saya juga menangani kakak. Sebenarnya si kakak tidak sesakit hati adiknya terhadap perlakuan ibunya. Karena dia berusaha memaklumi apa yang terjadi," ungkap Irna."Dan menurut penuturannya kejadian kekerasan ini sudah cukup lama. Terutama setelah kedua orang tuanya sudah pisah kamar. Jadi kira-kira 3 tahun yang lalu," tambahnya.Baca juga: Polisi Tak Temukan DNA Ayah di TKP Anak Bunuh Ibu di Medan Irna menduga sejak saat itu korba semakin temperamental dan beberapa kali melampiaskan amarah terhadap suami ke kedua anaknya.Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengungkapkan motivasi atau hal yang mendorong AL melukai korban.Pertama, melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak dan ayah yang diancam menggunakan pisau."Kedua, melihat kakak yang dipukuli korban menggunakan sapu dan tali pinggang," kata Calvijn."Ketiga, sakit hati game online dihapus," tambahnya.Selain itu, AL juga terobsesi dari game dan film anime yang menggambarkan pembunuhan menggunakan pisau.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-03 22:07