BRUSSLES, - Uni Eropa menyatakan sedang menyelidiki Google terkait potensi adanya pelanggaran aturan antimonopoli.Potensi pelanggaran itu menyangkut penggunaan unggahan konten dari media atau penerbit lain untuk melatih dan menyediakan layanan AI tanpa kompensasi. Dikutip dari AFP, Komisi Eropa mengatakan, ada kekhawatiran bahwa Google mungkin mengurangi persaingan dengan menerapkan persyaratan yang tidak menguntungkan bagi media atau pembuat konten.Baca juga: Google Diduga Turunkan Peringkat Berita di Pencarian, Komisi Eropa Langsung Turun TanganHal ini dilakukan dengan memberikan akses istimewa untuk Google ke semua konten tersebut.Kepala Kompetisi Uni Eropa, Teresa Ribera mengatakan, masyarakat yang bebas dan demokratis bergantung pada keberagaman media dan akses informasi yang terbuka."AI menghadirkan inovasi luar biasa dan banyak manfaat bagi masyarakat dan bisnis di seluruh Eropa," ujarnya."Tetapi, kemajuan ini tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip inti masyarakat kita," sambungnya.Baca juga: Australia Larang Anak di Bawah 16 Main Sosmed, Google Bilang KesulitanKomisi tersebut menuturkan, penyelidikan akan difokuskan pada dua isu.Pertama, penyelidikan terkait kemungkinan Google menggunakan video YouTube untuk melatih model AI generatif tanpa membayar pembuat kontenatau tanpa memberikan pilihan untuk menolak."Google tidak memberi imbalan kepada kreator konten YouTube atas konten mereka dan juga tidak mengizinkan mereka mengunggah konten mereka di YouTube tanpa mengizinkan Google menggunakan data tersebut," kata komisi tersebut."Pada saat yang sama, pengembang model AI pesaing dilarang oleh kebijakan YouTube untuk menggunakan konten YouTube untuk melatih model AI mereka sendiri," sambungnya.Baca juga: Google Akhirnya Turuti Korea Selatan Usai Cekcok 20 Tahun soal MapsKedua, penyelidikan akan memeriksa kemungkinan Google menggunakan konten daring dari laman lain, seperti surat kabar, tanpa kompensasi atau keterlibatan.Penggunaan konten itu dimungkinkan untuk menyediakan layanan AI generatif canggih.Penyeldikian tersebut berkaitan dengan ringkasan yang dihasilkan AI milik Google yang muncul sebagai respons terhadap permintaan pencarian pengguna.Ringkasan itu mirip dengan chatbot yang menjawab pertanyaan pengguna."Kami sedang menyelidiki apakah Google mungkin telah memberlakukan syarat dan ketentuan yang tidak adil kepada penerbit dan pembuat konten, sekaligus merugikan pengembang model AI pesaing, yang melanggar aturan persaingan Uni Eropa," tutur Ribera.Kendati demikian, tak ada tenggat waktu bagi komisi untuk menyelesaikan penyelidikannya. Namun, perusahaan tersebut berisiko menghadapi denda yang besar.
(prf/ega)
Uni Eropa Selidiki Google soal Dugaan Penggunaan Konten untuk Latih AI Tanpa Kompensasi
2026-01-12 02:58:20
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:31
| 2026-01-12 03:00
| 2026-01-12 02:42
| 2026-01-12 02:16
| 2026-01-12 01:14










































