UNGARAN, - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang menyebut keengganan responden untuk memberikan data sebenarnya menjadi kendala dalam pelaksanaan sensus ekonomi.Alasannya, karena takut berhadapan dengan pajak.Kepala BPS Kabupaten Semarang, Dewi Tri Rahayuni, mengatakan hal tersebut. Sehingga ia berharap responden bisa menerima petugas sensus dan memberikan jawaban apa adanya."Kami berharap responden bisa menerima petugas sensus dan memberikan jawaban yang benar dan apa adanya," ujarnya, Rabu di kantor BPS Kabupaten Semarang.“Tidak usah khawatir, karena kita tidak menyajikan data secara mikro, tetapi merupakan data olahan. Yang ditakuti responden, kalau dia menjawab secara benar, akan berkaitan dengan pajak,” ungkap Dewi.Baca juga: Lowongan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Pangkalpinang, Gaji Rp 4 Jutaan, Ini SyaratnyaMenurut Dewi, ketakutan tersebut menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan sensus ekonomi.“Masih ada responden yang masih ragu-ragu ketika memberikan datanya,” ujarnya.Dia mengungkapkan bahwa sensus ekonomi tahun 2026 akan dilaksanakan pada Mei-Juli 2026.Masyarakat sebagai calon responden diharapkan memberikan data yang sebenarnya untuk nantinya diolah menjadi data strategis yang akan digunakan oleh pemerintah."Pemerintah ingin melihat lebih cepat mengenai pertumbuhan ekonomi. Sehingga BPS mulai menyajikan angka pertumbuhan ekonomi per triwulan. Sebenarnya yang diinginkan pemerintah bisa dilakukan BPS, yang penting support datanya," kata dia.Baca juga: BPS Jateng Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Fokus Tangkap Potensi Usaha dan DigitalisasiDewi menyampaikan, bahwa sensus dilakukan dalam dua tahap, yaitu bulan Mei dengan sasaran perusahaan-perusahaan besar.BPS akan mengirimkan data pertanyaan melalui email untuk dijawab oleh pihak perusahaan.Kemudian, pada Juni-Juli, sensus akan menyasar rumah tangga yang memiliki kegiatan usaha.“Semua yang terkait dengan kegiatan ekonomi akan kita tanya, variabelnya cukup banyak yang akan ditanyakan, termasuk omzet, aset, dan lainnya,” jelasnya.Baca juga: BPS Jateng Gelar Survei Dampak MBG, Ini TujuannyaBPS akan melibatkan sekitar 600 petugas dalam melaksanakan sensus ekonomi 2026.Rekrutmen petugas sensus akan dibuka pada Maret-April 2026.“Silakan masyarakat mendaftar, ada persyaratan dan tes seleksinya. Kita usahakan petugas sensus bertugas mendekati domisilinya, dengan harapan lebih paham dengan lingkungannya,” ungkap Dewi.
(prf/ega)
BPS Kabupaten Semarang Sebut Kendala Sensus Ekonomi: Responden Ogah Beri Data, Takut Pajak
2026-01-12 07:52:38
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:10
| 2026-01-12 07:59
| 2026-01-12 07:15
| 2026-01-12 06:52
| 2026-01-12 06:20










































