JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan seorang sopir truk sampah di Jakarta Selatan yang meninggal dunia setelah bekerja lembur terindikasi memiliki penyakit jantung."Saya mendapatkan laporan langsung dari Pak Wali Kota Jakarta Selatan mengenai hal tersebut. Memang yang bersangkutan juga pun terindikasi ada penyakit jantung," ujar Pramono usai meninjau pembangunan tanggul pengaman lantai di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin .Baca juga: Kisah Pilu Sopir Truk Sampah Jaksel, Kerja Lembur Berujung Meninggal KelelahanMenurutnya, keluarga almarhum sopir tersebut sudah diberikan santunan oleh dinas terkait."Dan saya sudah meminta karena dia sedang bekerja kemudian meninggal dunia untuk diberikan santunan yang maksimal. Dan kemarin sudah ditangani, diberikan santunan yang maksimal baik oleh dinas terkait dan juga oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sudah ditangani itu, saya kebetulan memonitor," jelasnya.Sebelumnya, seorang sopir truk sampah asal Jakarta Selatan, Yudi (51), meninggal dunia pada Jumat usai menjalani jadwal kerja yang disebut rekan-rekannya berlangsung jauh melebihi jam kontrak.Teman sesama sopir, Fauzan (bukan nama sebenarnya) (46), menjelaskan bahwa Yudi sudah mengalami kelelahan berat akibat jam kerja yang terus melewati batas waktu normal.“Jadi itu dia akumulasi kelelahan karena waktu kerjanya bisa lebih dari yang dikontrakkan 8 jam,” kata Fauzan kepada Kompas.com di Jakarta Selatan, Minggu .Sehari sebelum meninggal, Yudi memulai pekerjaannya sejak pukul 05.00 WIB untuk menjemput sampah di wilayah tugasnya hingga sekitar pukul 10.00 WIB.Baca juga: Bikin Sopir Truk Kelelahan, Ini Penyebab Truk Sampah Antre Berjam-jam di BantargebangSetelah truk penuh, ia menuju TPST Bantargebang untuk mengantre bersama deretan truk lain.Antrean tersebut menghabiskan waktu sekitar delapan jam hingga truknya selesai dikosongkan.Yudi baru keluar dari area pembuangan pada pukul 19.04 WIB, sesuai struk yang diberikan petugas.“Dari sini ke Bantargebang itu kira-kira satu jam. Sampai sana 11.24 WIB, baru keluar jam 19.04 WIB, kurang lebih 8 jam,” jelas Fauzan.Meski sudah tiba di Bantargebang malam hari, Yudi tidak langsung pulang ke rumahnya di wilayah Lubang Buaya, Jakarta Timur.Ia mengisi bensin terlebih dahulu lalu beristirahat di sebuah warung nasi hingga pagi karena keesokan harinya kembali bekerja.Fauzan menyebut pola itu sudah sering dilakukan Yudi sebagaimana sopir lain yang harus mengembalikan truk ke pos Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan sebelum pulang.
(prf/ega)
Sopir Truk Sampah Meninggal Usai Lembur, Pramono: Sakit Jantung, Sudah Diberi Santunan
2026-01-12 17:31:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 18:21
| 2026-01-12 16:27
| 2026-01-12 15:52
| 2026-01-12 15:44
| 2026-01-12 15:42










































