JAKARTA, - Perjalanan Neta di Indonesia dimulai dengan ekspansi jaringan diler di berbagai daerah sebagai langkah mendekatkan layanan kepada konsumen.Namun, kini jaringan tersebut terus menyusut hingga hanya menyisakan dua diler yang masih beroperasi.Padahal, pada April 2025, Neta masih memiliki 15 diler resmi yang tersebar di Tebet, Serpong, Puri, Pluit, Bekasi, Bandung, hingga Makassar dan Pekanbaru.Baca juga: ETLE Diperkuat, Korlantas Targetkan 1.000 Kamera Baru pada 2026Namun, kini hanya diler Tebet dan Bandung saja yang masih beroperasi./Gilang Diler Neta yang berdiri di Kelapa Gading, Jakarta Utara.Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait layanan purnajual dan ketersediaan servis, terutama bagi pemilik kendaraan yang berdomisili di luar Jakarta dan Bandung.Di tengah situasi tersebut, PT Neta Auto Indonesia memastikan bahwa pemilik mobil Neta tetap bisa mendapatkan pelayanan, meskipun jaringan diler tidak lagi sebanyak sebelumnya.Brand PR & Digital Senior Manager PT Neta Auto Indonesia, Frietz Frederick, mengatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan langkah antisipatif agar pengguna tidak terbengkalai.“Untuk saat ini, dua diler saja yang beroperasi di Bandung dan Tebet. Tapi, kita bekerja sama dengan Otoklix, yang memiliki jaringan bengkel rekanan di beberapa kota besar, jadi masih bisa melakukan servis berkala free warranty untuk yang di luar kota sampai kilometer 50.000,” ujar Frietz kepada Kompas.com, Senin .Kerja sama ini menjadi kunci agar pemilik Neta di berbagai wilayah tetap merasa aman.Kompas.com/Gilang Neta V-IILayanan servis berkala dengan garansi tetap berlaku, sementara untuk mobil yang sudah melewati 50.000 kilometer atau masa garansi habis, pemilik tetap bisa melakukan perawatan di bengkel rekanan Otoklix.Ia juga menjelaskan bahwa jaringan bengkel rekanan ini telah tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia.Baca juga: Diskon LMPV per Desember 2025 Bisa Sampai Rp 30 Juta“Untuk kota pastinya di kota-kota besar seperti Medan, Pekanbaru, Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Pontianak, dan beberapa kota besar lainnya,” kata dia.Meski demikian, berkurangnya jumlah diler resmi tentu membuat beberapa pemilik tetap merasa waswas.Selain soal layanan servis, nilai jual kembali (resale value) Neta belakangan juga terkoreksi cukup dalam.Ketidakpastian jaringan purnajual acap kali menjadi faktor yang memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli mobil listrik, terutama bagi mereka yang baru pertama kali beralih dari mobil konvensional.Sementara itu, Andi, pemilik showroom Jordy Mobil di MGK Kemayoran, mengatakan penurunan harga terbesar pada mobil listrik bekas terjadi pada merek-merek yang sudah menutup beberapa operasionalnya di Indonesia.“Mobil-mobil listrik yang sudah tutup showroom-nya di Indonesia, setahu saya seperti Neta, turunnya lebih dari separuh harga,” kata Andi.Sebagai contoh, untuk mobil bekas Neta V-II AT 2023 seharga Rp 180.000.000.Apabila dibandingkan dengan harga barunya, Neta V-II yang dijual dengan harga mulai Rp 299 juta, penurunan ini nyaris mencapai Rp 50 persen.
(prf/ega)
Perjalanan Neta di Indonesia: Dari 15 Diler Menjadi 2
2026-01-12 03:50:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:19
| 2026-01-12 03:13
| 2026-01-12 03:11
| 2026-01-12 02:46
| 2026-01-12 02:26










































