Ban Mobil Kempis: Ancaman Tersembunyi Keselamatan Berkendara

2026-01-12 06:17:42
Ban Mobil Kempis: Ancaman Tersembunyi Keselamatan Berkendara
JAKARTA, - Ban mobil yang kempis secara perlahan kerap dianggap masalah sepele karena tidak langsung terasa saat berkendara.Namun, kondisi ban kurang udara justru menyimpan risiko keselamatan yang lebih besar dibanding ban bocor mendadak, karena pengemudi sering tidak menyadari perubahan karakter kendaraan hingga potensi bahaya muncul di jalan.Menurut Marcell Kurniawan, Director Real Driving Centre (RDC), ban kempis pelan membuat pengemudi terlena karena mobil masih bisa melaju normal, terutama pada kecepatan rendah hingga menengah.Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Jalan MH Thamrin Selama Pekerjaan JPM“Ban yang kurang udara secara perlahan itu berbahaya karena pengemudi tidak sadar kondisi ban sudah tidak ideal. Handling berubah, jarak pengereman bertambah, tapi sering dianggap hal biasa,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu .Marcell menjelaskan, tekanan udara yang tidak sesuai spesifikasi membuat tapak ban tidak bekerja optimal.Astra Daihatsu ilustrasi tekanan udara ban.Dinding ban menjadi lebih fleksibel, sehingga respons setir terasa lebih lambat dan mobil cenderung limbung saat bermanuver, terutama ketika berpindah jalur atau menikung.Selain itu, ban kempis pelan juga meningkatkan risiko panas berlebih.Gesekan yang tidak merata antara ban dan aspal membuat suhu ban naik lebih cepat, yang dalam kondisi tertentu bisa memicu kerusakan struktur ban hingga pecah ban (blow out), terutama saat mobil dipacu di jalan tol.“Justru ban bocor mendadak biasanya langsung terasa. Mobil terasa berat, setir menarik ke satu sisi, sehingga pengemudi cenderung lebih waspada dan segera menepi. Kalau kempis pelan, bahayanya muncul tanpa disadari,” kata Marcell.Ia menambahkan, tekanan ban yang kurang juga berdampak pada efisiensi pengereman.Baca juga: Fakta Mengerikan: 80% Kecelakaan Akibat Motor, Ribuan Tewas Tiap HariSistem pengereman, termasuk ABS dan ESC, tidak bekerja seefektif kondisi ban ideal karena daya cengkeram ke permukaan jalan berkurang.Untuk itu, Marcell menyarankan pemilik mobil rutin memeriksa tekanan udara ban setidaknya seminggu sekali atau sebelum perjalanan jauh.Pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat ban dalam kondisi dingin agar hasilnya akurat.“Jangan menunggu indikator TPMS menyala atau ban terlihat kempis. Cek manual dengan alat ukur, sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera di pilar pintu atau buku manual,” ujarnya.Dengan memastikan tekanan udara ban selalu ideal, pengemudi tidak hanya menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga meminimalkan risiko kecelakaan yang kerap berawal dari masalah kecil yang luput dari perhatian.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-12 04:33