Orangtua Murid Tak Ambil MBG Selama Libur: Mending Untuk Bantuan Bencana Sumatera

2026-01-13 06:54:14
Orangtua Murid Tak Ambil MBG Selama Libur: Mending Untuk Bantuan Bencana Sumatera
JAKARTA, — Sejumlah orangtua murid di wilayah Jakarta dan Tangerang memutuskan untuk tidak mengambil jatah paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap disalurkan sekolah selama masa libur panjang akhir tahun.Mereka menyarankan, anggaran program tersebut sebaiknya dialihkan untuk hal yang lebih mendesak, seperti pemberian bantuan bencana di Sumatera.Salah satunya Azis (39), warga Kembangan, Jakarta Barat, yang sepakat dengan ramainya perbincangan warganet yang menyoroti efektivitas anggaran MBG di masa libur."Mending MBG ini ikut libur dulu, terus anggarannya dialihin buat saudara-saudara kita di Sumatera, lah. Kan lagi ada musibah tuh di sana," ujar Azis saat diwawancarai Kompas.com di kawasan Kembangan, Selasa .Baca juga: Orangtua Siswa Tak Ambil MBG Saat Libur karena Malas Bolak-balik SekolahMenurut dia, memaksakan program berjalan saat sekolah libur berpotensi mubazir karena banyak orangtua yang enggan datang mengambil paket tersebut."Daripada dipaksain buat bagi-bagi snack di sekolah pas libur, belum tentu diambil dan dimakan juga, mending dananya buat bantuan korban bencana di Sumatera. Itu lebih mendesak," kata Azis."Sayang banget kan kalau dibakar doang (anggarannya), nanggung," sambung dia.Azis pun mengaku heran dengan kebijakan penyaluran MBG di masa liburan, karena dinilai tidak efisien bagi orang tua."Jujur saya agak heran ya. Konsepnya ini gimana gitu lho? Namanya libur sekolah, ya anak-anak maunya istirahat di rumah atau mungkin ada yang pulang kampung. Ini malah kita orangtua dibikin repot mesti bolak-balik ke sekolah lagi cuma buat ngambil jatah makanan," kata Azis.Pendapat senada dilontarkan Tuti (47), yang menyarankan alokasi dana MBG disalurkan untuk kebutuhan korban terdampak bencana Sumatera."Lebih baik dana MBG disumbang untuk bencana alam Sumatera, itu kan lebih penting untuk saat ini," kata warag Depok tersebut.Anaknya hampir dua pekan libur sekolah dan baru masuk di awal Januari 2026.Oleh karena itu, menurut dia, anggaran yang biasanya digunakan untuk MBG bisa lebih terasa manfaatnya untuk korban bencana."Misal seporsi MBG Rp 10.000 dikalikan jumlah murid di sekolah misal rata-rata 900 orang, itu bisa sekitar Rp 9 juta sehari. Belum itu dikali sekitar 10 hari sekolah libur, Rp 90 juta ada kan untuk satu sekolah," ujar Tuti.Anggaran yang baru dihitung dari satu sekolah itu mungkin bisa menyentuh angka miliaran bahkan triliun jika seluruh sekolah di kota dan provinsi turut diperhitungkan.Baca juga: MBG Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah, Ini Kata Guru dan Orang Tua


(prf/ega)