12 Mayat Ditemukan di Pinggiran Guatemala Selama Tiga Hari, Apa yang Terjadi?

2026-01-12 07:40:57
12 Mayat Ditemukan di Pinggiran Guatemala Selama Tiga Hari, Apa yang Terjadi?
- Setidaknya 12 mayat ditemukan dalam tiga hari di area berhutan di pinggiran Kota Guatemala.Pihak berwenang mengaitkan penemuan mayat-mayat tersebut dengan kekerasan geng.Berdasarkan keterangan petugas pemadam kebakaran dan laporan media lokal, mayat-mayat tersebut dibuang di lokasi yang kerap digunakan pelaku kejahatan untuk menyingkirkan korban.Juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Guatemala City, Hans Lemus, mengatakan bahwa dua mayat ditemukan pada Jumat , dan tiga mayat serta kerangka manusia pada Sabtu .Selanjutnya, pada Minggu , pihak berwenang dengan bantuan anjing pelacak kembali menemukan enam mayat yang dibungkus kain dan kantong plastik.Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Pria di dalam Rumah Penuh Sampah di PatiKementerian Dalam Negeri Guatemala mengatakan, temuan selusin mayat tersebut dikaitkan dengan pembunuhan yang melibatkan geng-geng kriminal yang saling memperebutkan wilayah, dilansir dari CBS News, Minggu.Selain itu, penemuan mengerikan ini terjadi sepekan setelah Presiden Guatemala Bernardo Arevalo menetapkan keadaan darurat di wilayah barat negara itu.Kebijakan tersebut diambil sehari setelah kelompok bersenjata menyerang pos militer dan kantor polisi, memblokir jalan, serta membajak bus, yang menewaskan sedikitnya lima orang.Menurut Arevalo, geng-geng tersebut terkait dengan perdagangan narkoba dan menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat.Baca juga: Misteri Temuan Mayat Perempuan di Mobil Tesla Penyanyi D4vdGuatemala memang telah lama dilanda kekerasan kriminal, terutama yang melibatkan geng Barrio 18 dan Mara Salvatrucha, dua kelompok saingan yang berebut kendali wilayah.Keduanya dikenal melakukan pemerasan terhadap pemilik toko, pekerja transportasi, hingga warga sipil, dan dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh sejumlah negara di Amerika Tengah serta Amerika Serikat.Pada awal tahun lalu, pihak berwenang mencatat sedikitnya tujuh orang tewas ketika anggota geng bersenjata menyerbu pemakaman seorang anggota Barrio 18.Sementara itu, pada Oktober, petugas penyelamat menemukan sembilan jenazah di bawah jembatan di kota Palencia, dekat ibu kota Guatemala, sebagaimana dikutip dari AFP, Minggu.Baca juga: Diduga Terjepit Kulkas Supermarket, Mayat Pria Ini Ditemukan 10 Tahun KemudianPihak berwenang di Guatemala mengatakan bahwa hampir setengah dari kekerasan di negara itu dilakukan oleh pengedar narkoba dan anggota geng.


(prf/ega)