Jakarta - Rayhansah Pinago Sipahutar tak lagi pulang ke rumah. Ke hangatnya pelukan sang ibunda, Mimi Adriani. Rayhan menjadi satu dari 22 orang korban kebakaran Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pisat, Selasa .Mimi Adriani masih ingat saat-saat terakhir bersama Rayhan. Pagi itu, Rayhan pamit pada ibunya. Awalnya dia meminta izin untuk mengendarai mobil sendiri. Namun sang ibu menyarankan Rayhan menggunakan transportasi umum. “Rayhan bawa mobil saja boleh enggak? Kamu naik kereta aja ya,” tutur Mimi menirukan pembicaraan pagi itu dengan Rayhan. AdvertisementMimi pun mengantar Rayhan menggunakan mobil menuju stasiun. Tak lupa, dia membawakan sebekal nasi telur yang dimasak penuh cinta kasih. Setiap pagi, Mimi selalu menyediakan seporsi nasi favorit putra sulungnya itu. Bekal sang Ibu adalah menu favorit Rayhan. “Nantulang semenjak pensiun ini kan suka membekali dia setiap pagi. Dia bawa makan dari rumah. Nantulang kasih telur, kasih ini. Abang tuh kurang suka jajan di luar. Abang bawa nasi saja ya dari rumah,” ujar Mimi. Kasih sayang keduanya sangat terasa. Rayhan selalu menunjukkan kasih sayangnya untuk Ibunda. Usai diantar oleh ibunya ke stasiun, Rayhan mencium tangan Mimi seraya mengucapkan kalimat sampai jumpa yang menjadi obrolan terakhir keduanya pagi itu. Dari kejauhan, Rayhan mengingatkan Mimi untuk berhati-hati di jalan. Mimi tak pernah menyangka, kalimat perpisahan yang keluar dari mulut anaknya pagi itu adalah perpisahan untuk selamanya. Sejak itu, Rayhan tak pernah pulang lagi ke rumah. “Cuma dia pamitnya kayak gini. Dia kan selalu cium tangan, bye Mama, Mama hati-hati ya nyetirnya. Iya nak, hati-hati ya pulangnya,” cerita Mimi dengan air mata mengalir di pipi.
(prf/ega)
Korban Kebakaran Terra Drone: Bekal Terakhir Ibu untuk Rayhan
2026-01-11 23:08:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:55
| 2026-01-11 23:45
| 2026-01-11 23:31
| 2026-01-11 22:28
| 2026-01-11 22:00










































