Kumamoto Masters Japan 2025: Penyesalan Alwi dan Dhinda Usai Tersingkir

2026-01-11 03:55:54
Kumamoto Masters Japan 2025: Penyesalan Alwi dan Dhinda Usai Tersingkir
- Langkah wakil Indonesia di sektor tunggal, Alwi Farhan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, harus terhenti di babak 16 besar Kumamoto Masters Japan 2025.Keduanya sama-sama gagal mempertahankan keunggulan awal dan terpaksa tersingkir dari turnamen yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, Kamis .Pemain muda Alwi Farhan tampil menjanjikan di gim pertama melawan wakil Taiwan, Wang Tzu Wei.Namun, keunggulan yang sudah digenggam tidak mampu ia pertahankan hingga akhirnya kalah dengan skor 19-21, 12-21.“Cukup disayangkan ya gim pertama tidak bisa memanfaatkan momentum keunggulan,” ujar Alwi, dikutip dari rilis resmi PBSI.Baca juga: Kata Gregoria Mariska Tunjung Usai Lolos 8 Besar Kumamoto Masters Japan 2025“Lawan berubah secara drastis dengan menaikkan kecepatan yang membuat saya ada kepanikan. Masuk ke gim kedua, saya juga kurang bisa melawan diri saya sendiri. Wang Tzu Wei bermain lebih baik hari ini,” tambahnya.Kekalahan di Kumamoto Masters Japan 2025 menjadi pelajaran berharga bagi mantan juara dunia junior tersebut.Ia memilih untuk tidak larut dalam penyesalan dan segera fokus menatap turnamen berikutnya.“Pelajaran berharga untuk saya, sekarang mari fokus ke Australian Open pekan depan,” ucap Alwi.Sementara itu, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi juga mengalami nasib serupa.Sempat unggul di gim pertama dengan kemenangan 21-10 atas wakil tuan rumah, Asuka Takahashi, Dhinda akhirnya kalah 21-10, 16-21, 12-21.Baca juga: Rekap Hasil Kumamoto Masters Japan 2025: Beda Nasib Ubed dan Alwi“Dengan power lawan yang lumayan besar, tadi di gim pertama saya coba safe dulu mainnya. Dia malah banyak melakukan kesalahan, banyak membuang poin yang menguntungkan saya,” ungkap Dhinda.Dok. PBSI Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, pemain bulu tangkis tunggal putri asal Indonesia, saat beraksi di Korea Masters 2025.Namun, memasuki gim kedua dan ketiga, Takahashi mulai membaca pola permainan Dhinda dan memaksa pebulu tangkis asal Bali itu untuk bermain lebih bertahan.“Di gim kedua, saya mencoba dengan pola yang sama, tapi dia sudah mulai hidup mainnya, memaksa saya untuk selalu ke belakang,” lanjutnya.Selain faktor taktik, Dhinda juga menghadapi kendala fisik. Cedera di telapak kaki kanan yang sudah dirasakannya sejak turnamen sebelumnya kembali kambuh dan mengganggu performanya.“Di gim ketiga saya tidak bisa mengembangkan permainan karena sudah ditebak dan diantisipasi. Selain itu, telapak kaki sebelah kanan ada luka robekan yang cukup perih, sudah ditahan tapi tetap merasakan tidak nyaman,” ucap Dhinda.Meski gagal melangkah lebih jauh di Kumamoto Masters Japan 2025, Dhinda mengaku banyak belajar dari debutnya di level Super 500.Baca juga: Hasil Kumamoto Masters Japan 2025: Comeback Manis, Gregoria ke 16 BesarIa bertekad memperkuat fisik dan stamina agar bisa bersaing di level atas.“Setelah dari sini, saya harus menguatkan power karena di level atas tidak cukup dengan keuletan. Saya juga harus memperbaiki stamina dengan gaya permainan rally yang saya punya ini,” pungkasnya.


(prf/ega)