SUBANG, – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menilai VinFast memiliki cara pandang bisnis otomotif yang unik dan tidak banyak dimiliki pabrikan lain, khususnya dalam mengembangkan kendaraan listrik (EV).Menurutnya, VinFast tak hanya hadir sebagai produsen kendaraan tapi juga membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi, mulai dari manufaktur hingga infrastruktur pendukung.“Tidak semua pabrikan melihat bisnis otomotif ini seperti VinFast. Mereka tidak hanya menjual mobil, tapi membangun keseluruhan ekosistemnya,” ujar Airlangga saat peresmian pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, Senin .Baca juga: VinFast Resmi Buka Pabrik Mobil Listrik di SubangFoto: /Ruly VinFast resmikan pabrik di Subang, Jawa Barat.Airlangga menyoroti langkah VinFast yang agresif membangun jaringan stasiun pengisian listrik umum (SPKLU) atau charging station sebagai contoh konkret dari pendekatan tersebut.Menurutnya, di industri kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya memegang peran krusial dan memiliki model bisnis tersendiri.“Charging station itu seperti ATM. Orang datang, mengisi listrik, lalu membayar. Itu adalah bisnis yang nyata dan berkelanjutan. Saya belum melihat ada perusahaan otomotif lain yang membangun ekosistem charging station sebesar VinFast,” kata Airlangga."Kita lihat mereka sudah membangun 1.000 charging station," tegas dia.Ia menilai strategi tersebut membuat VinFast memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat dalam jangka panjang, sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di pasar domestik.Selain itu, pabrikan juga membangun jejaring taksi online ramah emisi yang dikenal Xanh SM dan menawarkan sewa baterai dengan jaminan hingga 90 persen. Membuat konsumen tidak lagi dikhawatirkan mengenai biaya baterai hingga penurunan durabilitasnya.Selain itu, Airlangga mengapresiasi kecepatan VinFast dalam merealisasikan investasi. Dalam waktu relatif singkat, yakni 17 bulan, perusahaan mampu membangun fasilitas produksi dan menyiapkan rencana ekspansi lanjutan di Indonesia.Baca juga: Pabrik VinFast Subang Rampung 17 Bulan, Investasi Awal Rp 4,8 TriliunFoto: /Ruly Menteri Kordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, Senin ."Nah kemudian ke depan kita berharap bahwa VinFast terus meningkatkan komponen lokal dengan menggandeng perusahaan-perusahaan yang sudah ada," kata dia.Dengan pasar domestik yang besar dan penetrasi kendaraan listrik yang masih terbuka lebar, strategi berbasis ekosistem dinilai menjadi kunci untuk menciptakan industri EV yang berkelanjutan.
(prf/ega)
Airlangga Nilai Strategi VinFast Tidak Dimiliki Banyak Pabrikan
2026-01-12 17:28:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 17:18
| 2026-01-12 16:45
| 2026-01-12 16:23
| 2026-01-12 16:03
| 2026-01-12 14:50










































