Kisah Karl Bushby, Jalan Kaki Keliling Dunia Selama 27 Tahun

2026-02-04 06:54:54
Kisah Karl Bushby, Jalan Kaki Keliling Dunia Selama 27 Tahun
- Setelah 27 tahun berjalan kaki melintasi benua, melewati 25 negara, gurun hingga hutan, petualangan besar Karl Bushby akhirnya memasuki babak akhir.Melansir News 24, pria asal Inggris itu tinggal menempuh sekitar 1.500 kilometer lagi sebelum benar-benar menutup ekspedisi yang ia mulai sejak 1998.Saat ini, Bushby tengah berada di Hongaria. Jika tidak ada hambatan, ia memperkirakan akan tiba di kampung halamannya, Hull, Inggris, pada akhir 2026. Di sanalah ibunya menunggu kedatangannya, momen yang selama hampir tiga dekade menjadi tujuan akhirnya.Bagi Bushby, ekspedisinya bukan sekadar soal fisik dan ketahanan, melainkan pijakan untuk memahami dunia. Ia menilai perjalanan ini membuka matanya terhadap keberagaman budaya, kebaikan manusia, dan bahwa di balik kesulitan, masih banyak orang baik di seluruh penjuru bumi.Baca juga: Terlalu Ramai, 8 Destinasi Wisata Ini Direkomendasikan Tidak Dikunjungi Tahun 2026Bushby memulai perjalanannya dari Punta Arenas, Chile, pada 1 November 1998. Saat itu, ia berusia 29 tahun dan merencanakan total perjalanan selama 12 tahun. Kini, usianya menginjak 56 tahun.Namun, rute ekstrem, hambatan visa, tantangan dana, hingga pandemi membuat ekspedisi bertajuk Goliath Expedition ini melebar menjadi 27 tahun.Selama 27 tahun, Bushby berjalan kaki sejauh hampir 49.900 kilometer melewati 25 negara. Ia berpegang pada satu aturan tegas, yakni tidak menggunakan transportasi bermotor apa pun.Keputusan itu membuat rutenya menghadirkan tantangan ekstrem.Bushby menyeberangi es di Selat Bering, berjalan di tundra Siberia, menembus gurun, melintasi hutan tropis, hingga berenang melintasi beberapa perairan untuk menjaga kontinuitas langkahnya.Peralatan yang ia gunakan pun sederhana. Tanpa bantuan teknologi navigasi modern, Bushby mengandalkan peta kertas, pensil, dan kalkulator untuk memperkirakan rute berikutnya.Baca juga: Hotel di Garut Pemandangan 3 Gunung, Cocok untuk Liburan Akhir PekanKini ia sudah di Eropa Timur dan hampir pulang. Meski berada begitu dekat dengan garis akhir, Bushby mengaku perasaannya campur aduk. Ia mengatakan bahwa selama 27 tahun, hidupnya sepenuhnya berpusat pada satu hal, terus berjalan.“Dan semua itu akan berhenti tiba-tiba saat aku sampai rumah,” ujarnya melansir News24.DOK.Karl Bushby/Facebook Tangkap Layar Karl BushbySepanjang perjalanan panjangnya, Bushby bertemu ribuan orang dari berbagai negara, budaya, dan latar kehidupan. Ia menyimpulkan bahwa dunia jauh lebih baik daripada gambaran yang sering tampak di media.“Kebaikan manusia itu nyata,” katanya.Merujuk pada banyaknya bantuan yang ia terima selama perjalanan, mulai dari makanan, tempat beristirahat, hingga dukungan moral.Ia menyebut ekspedisi ini bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan memahami dunia dari dekat. Bertemu orang-orang di lokasi paling terpencil membentuk cara pandangnya tentang keberanian, harapan, dan ketahanan manusia.Baca juga: Mengintip Gereja Ikonik Barcelona yang Belum Rampung Dibangun Selama 140 TahunEkspedisi Bushby menjadi salah satu perjalanan tanpa kendaraan terpanjang yang pernah dilakukan satu orang.Selama hampir 30 tahun, ia menempuh rute yang jarang dilalui manusia dan membuktikan bahwa tekad yang konsisten bisa membawa seseorang melampaui batas dirinya.Saat garis akhir semakin dekat, banyak orang melihat kisah Bushby sebagai pengingat bahwa impian yang tampak mustahil pun bisa dicapai, asalkan terus melangkah, satu langkah setiap hari.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-02-04 05:02