JAKARTA, - PT PLN menyatakan kerusakan sistem kelistrikan akibat bencana yang melanda Aceh saat ini jauh lebih masif dibandingkan saat tsunami 2004 silam.Direktur Utama PLN Darmawan mengatakan, saat tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan hanya terjadi di delapan titik.Sementara pada bencana kali ini, jumlah titik kerusakan melonjak tajam.“Bencana kali ini dibanding dengan tsunami 2004 itu sangat berbeda. Pada saat tsunami 2004, kerusakan sistem kelistrikan ada di 8 titik, sedangkan bencana kali ini di Aceh ada 442 titik,” ujar Darmawan dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa .Baca juga: PLN Pastikan 184 Desa di Aceh Tengah Sudah Teraliri Listrik“Jadi skalanya sangat berbeda, kali ini sangat masif,” tegasnya.Menurut Darmawan, kecepatan pemulihan listrik saat ini sangat bergantung pada akses menuju lokasi terdampak, khususnya untuk evakuasi material dan peralatan kelistrikan.Banyaknya wilayah yang akses jalannya masih belum memadai pun membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat.“Maka daerah-daerah yang memang aksesnya masih terbuka, pemulihan sistem kelistrikan bisa berjalan dengan cepat,” kata Darmawan.“Sedangkan daerah-daerah yang masih terisolasi pemulihannya agak sedikit, sedikit lebih lambat dan sedikit terkendala,” sambungnya.Baca juga: Listrik-Internet di Aceh Utara Belum Normal, Tenda Pengungsian Kurang LayakMeski begitu, Darmawan mengeklaim bahwa pemulihan kelistrikan di Aceh telah menunjukkan kemajuan signifikan.Dari total 23 kabupaten dan kota, sebagian besar wilayah sudah kembali menikmati pasokan listrik.“Dari 23 kabupaten dan kota madya, 15 kabupaten dan kota madya 100 persen sudah pulih dari sudut pandang desa,” kata Darmawan.Namun demikian, masih terdapat delapan kabupaten yang pemulihan kelistrikannya belum sepenuhnya rampung.“Sedangkan ada 8 kabupaten yang masih belum mencapai 100 persen,” pungkasnya.
(prf/ega)
PLN: Kerusakan Listrik di Aceh Saat Ini Lebih Parah Dibanding Tsunami 2004
2026-01-11 22:47:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:53
| 2026-01-11 22:43
| 2026-01-11 21:34
| 2026-01-11 20:51










































