PKL Monas Tak Pernah Pergi meski Ditertibkan Berkali-kali

2026-01-15 08:31:50
PKL Monas Tak Pernah Pergi meski Ditertibkan Berkali-kali
JAKARTA, - Di tengah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menata kawasan Monumen Nasional (Monas), pedagang asongan serta pedagang kaki lima (PKL) masih tetap terlihat beraktivitas di sekitar pintu masuk Monas.Meski telah dilakukan penertiban berkali-kali, termasuk yang sempat memicu kericuhan pada Juli 2025, keberadaan mereka terus berulang setiap hari, menyisakan tarik-menarik kepentingan antara aturan dan kebutuhan hidup.Pengelola Monas menegaskan bahwa kawasan inti Monas adalah zona steril tanpa aktivitas jual beli. Namun di lapangan, kenyataan menunjukkan hal yang lebih kompleks pedagang bertahan di area pintu masuk.Baca juga: Kisah PKL Tak Bisa Menjauh dari Monas, Bertahan di Bawah Bayang RaziaKepala UPK Monas, Muhammad Isa Sanuri, menegaskan bahwa seluruh aktivitas perdagangan tidak diperbolehkan masuk ke dalam kawasan Monas bagaimana pun bentuknya.“Pedagang asongan atau PKL itu tidak ada yang masuk ke dalam kawasan Monas karena tidak diperbolehkan. Sesuai ketentuan, tidak boleh ada transaksi jual beli,” kata Isa kepada Kompas.com, Kamis .Namun, area luar pintu masuk, termasuk jalur menuju IRTI, menjadi titik rawan. Banyak pedagang duduk di pinggir pot, papan beton, hingga menempel di pagar luar Monas./Lidia Pratama Febrian Wajah Monas di Mata Wisatawan: Ramai, Indah, namun Dipenuhi PKL LiarSaat ditanya mengenai apakah area pintu IRTI diperbolehkan menjadi lokasi berdagang, Isa kembali menegaskan.“Kecuali di area Lenggang Jakarta. Itu pun pedagangnya di bawah pembinaan Dinas PPUMKM,” ujarnya.Artinya, seluruh titik sebelum kawasan Lenggang Jakarta tetap termasuk area yang tidak diperbolehkan bagi pedagang informal.Mengenai koordinasi dengan Satpol PP, Isa menyebut hal itu dilakukan rutin.“Sering. Kami koordinasi dengan Manpol Kecamatan Gambir,” kata dia singkat.Baca juga: Di Balik Keindahan Monas, PKL Bertahan Hidup Sambil Terus Kucing-kucinganMeski begitu, aktivitas pedagang masih terjadi setiap hari. Penertiban dilakukan, namun gejalanya selalu kembali.Fenomena ini memperlihatkan kondisi klasik penataan ruang publik Jakarta pedagang berpindah, bukan hilang.Riwayat ketegangan antara PKL dan aparat terlihat jelas pada Rabu, 2 Juli 2025, di Pintu Pertamina Monas.Penertiban petugas gabungan dari Kecamatan Gambir dan Kelurahan Petojo Selatan sempat memicu aksi saling dorong antara petugas dan pedagang yang menolak ditertibkan.Kepala Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Pusat yang saat itu masih menjabat, Tumbur Parluhutan Purba, menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan adalah penghalauan biasa.“Hanya penghalauan dan penggebahan kemarin. Ada sedikit cekcok mulut saja dengan PKL. Karena sudah dihalau dan digebah tapi tidak mengindahkan petugas Satpol PP Kecamatan Gambir,” kata Tumbur.Baca juga: Trotoar dan Shelter Ojol Bakal Hadir di Stasiun Depok Lama Usai PKL DitertibkanIa menambahkan bahwa keberadaan PKL di sekitar Monas memang sulit dihilangkan.“Kalau PKL tetap saja ada. Tugas Satpol melakukan sterilisasi di Pintu Pertamina semaksimal mungkin dan selalu dijaga secara stasioner dan mobile,” ujar dia.Keterangan ini menjelaskan salah satu akar masalah Monas sebagai ruang wisata utama memiliki arus manusia besar sepanjang hari, menjadikannya lokasi yang ‘menggiurkan’ bagi pedagang kecil bahkan saat razia intensif berlangsung.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-15 08:52