Pelajar 3 Kampung Tambrauw Sulit Akses ke Sekolah, Harus Seberangi Sungai di Tengah Hujan

2026-01-11 03:39:33
Pelajar 3 Kampung Tambrauw Sulit Akses ke Sekolah, Harus Seberangi Sungai di Tengah Hujan
MANOKWARI, - Pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah atas (SMA) di tiga kampung, yakni Kampung Waumi, Kampung Ajam, dan Kampung Waripi, Distrik Manekar, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya kesulitan pergi ke sekolah akibat tidak adanya jembatan penyeberangan.Warga tiga kampung ini harus menuju distrik lain, seperti Kebar untuk bersekolah karena belum ada fasilitas pendidikan di daerah mereka.Untuk menuju distrik lain, satu satunya akses warga yakni menyeberangi Kali Api. Saat curah hujan tinggi, para pelajar kesulitan menyeberangi kali. "Kami terpaksa membuka sepatu dan melipat celana panjang hingga lutut kalau melintas di Kali Api Kebar," kata salah satu pelajar SMA Negeri Kebar Kabupaten Tambrauw, Yohanis Ajam, Kamis .Baca juga: Sekda Kaltim Usul Guru dan Nakes di Daerah Terpencil Diangkat Jadi P3K Paruh WaktuJarak permukiman warga di tiga kampung tersebut ke sekolah di Distrik Mawabuan dan Distrik Kebar sekitar satu kilometer.Karena akses yang sulit, sebagian pelajar kadang batal pergi ke sekolah. Mereka ada terpaksa meninggalkan ujian. Yohanis berharap, kondisi akses yang sulit tersebut mendapat perhatian pemerintah."Kami berharap ada perhatian pemerintah untuk membangun jembatan supaya kami tidak sulit lagi menyeberang kali," kata dia. Baca juga: Siswa Papua Berhasil Raih 3 Medali Emas di Kompetisi ISIF 2025Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa masalah ini akan menjadi perhatian bagi pemerintah provinsi Papua Barat Daya."Iya, itu akan jadi atensi bagi kami," ucap Ahmad Nasrau.


(prf/ega)