Banjir Rob Rendam 4 Desa di Kubu Raya Kalbar, Jalan Putus, Sekolah Rusak

2026-01-11 15:19:55
Banjir Rob Rendam 4 Desa di Kubu Raya Kalbar, Jalan Putus, Sekolah Rusak
KUBU RAYA, – Sejumlah desa di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terendam banjir rob akibat pasang air laut yang diperparah curah hujan tinggi serta dampak badai siklon di perairan sekitar.Humas Polres Kubu Raya, AIPTU Ade, mengatakan sebanyak empat desa terdampak banjir, yakni Desa Sungai Nibung, Kuala Karang, Selat Remis, dan Sungai Nipah, dengan genangan mencapai 50 centimeter.“Genangan sepanjang satu kilometer tersebut membuat akses tak dapat dilalui kendaraan roda dua,” kata Ade kepada wartawan, Senin .Baca juga: Tujuh Daerah yang Dekat dengan Pesisir di Kalteng Ini Terancam Banjir Rob, Mana Saja?Kondisi makin berat karena wilayah ini berada di dataran rendah yang berbatasan langsung dengan pesisir Laut Natuna.Situasi serupa terjadi di Desa Kuala Karang, di mana sejumlah RT terendam 50–70 cm dan beberapa bangunan warga serta SDN 12 Kuala Karang mengalami kerusakan pada bagian tertentu akibat hantaman gelombang air laut.“Meski begitu, warga tetap beraktivitas dan belum ada pengungsian,” ucap Ade.Di Desa Selat Remis, genangan sekitar 20 cm terjadi di kawasan Pasar Sungai Gora dan Jalan Pematang Mas.Jalur ini masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa.Di Desa Sungai Nipah, banjir setinggi 10–20 cm menutupi akses menuju dermaga penyeberangan. Aktivitas masyarakat tetap berlangsung meski pergerakan sedikit terganggu.Ade mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, terutama yang bermukim di bantaran sungai dan pesisir Laut Natuna.“Kondisi pasang surut yang dipengaruhi badai siklon bisa berubah cepat. Warga perlu terus memantau situasi di sekitar tempat tinggalnya,” ujar Ade.Baca juga: PNS di Kubu Raya Hilang Misterius, Pamit ke Keluarga untuk Urusan DinasIa menegaskan Bhabinkamtibmas telah dikerahkan ke setiap desa untuk melakukan pemantauan langsung serta berkoordinasi dengan aparatur desa dan pemerintah daerah guna menyiapkan langkah cepat jika situasi memburuk.“Masyarakat yang beraktivitas di tepian sungai agar meningkatkan kehati-hatian terhadap arus deras dan potensi naiknya permukaan air, terutama pada malam hari. Jika ada tanda-tanda cuaca ekstrem, kami sarankan untuk menghentikan sementara kegiatan,” tambah Ade.Hingga siang hari, permukaan air dilaporkan masih bertahan dan diperkirakan mulai surut sekitar pukul 12.00 WIB.


(prf/ega)

Berita Lainnya