Cerita Zulhas soal Keterlibatan TNI-Polri dalam Swasembada Pangan: Ini Gotong Royong, Jadi Jangan Heran

2026-02-02 12:01:53
Cerita Zulhas soal Keterlibatan TNI-Polri dalam Swasembada Pangan: Ini Gotong Royong, Jadi Jangan Heran
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan. Hal itu disampaikan Zulhas saat mengikuti kegiatan penanaman dan panen jagung di daerah Panengahan, Lampung Selatan, Selasa .Di hadapan para Muspida dan perwakilan Duta Besar negara sahabat, Zulhas meminta para Dubes tidak heran apabila Polri dan TNI melakukan penanaman pohon maupun pertanian. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Polri dan TNI merupakan wujud gotong royong meningkatkan swasembada pangan."Kata orang Polisi kok disuruh tanam jagung, ya itulah Indonesia, gotong royong. Jadi dubes jangan heran, kalau di Indonesia ada polisi tanam jagung," jelas Zulhas.AdvertisementIa mengaku bersyukur Polri dan TNI bisa ikut membantu meningkatkan produksi kebutuhan pokok, salah satunya kebutuhan karbohidrat masyarakat. Bahkan, keberadaan TNI membantu dalam pertanian padi dan pengaturan bulog kepada petani dan masyarakat."Jadi ceritanya dulu Presiden perintah, harga gabah itu perintah Bapak Presiden, dulu Rp 5.500, kita naikkan Rp 6.000, kurang, naik Rp 6.500. Keluarlah Kepres perintah Presiden," terang Zulhas.Meskipun begitu, lanjut Zulhas, harga gabah di kalangan petani ternyata masih Rp 5.500 sampai Rp 6.000 per kilogram, hal ini dikarenakan banyak tengkulak yang merugikan petani. Atas hal itu, Pemerintah meminta TNI dan Polri untuk melakukan penindakan terhadap tengulak yang merugikan petani."Kalau ada petani yang terima harga gabah di bawah Rp6.500, lapor aja, itu tengkulak-tengkulak takut. Alhamdulillah sekarang petani padi sudah menerima harga gabah Rp6.500 paling murah," ucapnya.Zulhas bersyukur terdapat kenaikan hasil pertanian dalam mendukung swasembada pangan, yakni kenaikan produktifitas pertanian. Adapun kenaikan produksi pertanian berupa beras yang sebelumnya 30 juta ton, kini menjadi 34,7 juta ton."Jadi ada kenaikan sekitar 13 persen lebih, jadi penghasilan petani naik, produksi naik, harga juga naik," ungkap Zulhas. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-02-02 11:34