Kritik Pedas Van Hooijdonk Usai Timnas Belanda Ditahan Polandia

2026-02-03 14:18:21
Kritik Pedas Van Hooijdonk Usai Timnas Belanda Ditahan Polandia
– Timnas Belanda belum dapat memastikan tiket langsung ke Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Polandia 1-1 pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Sabtu dini hari WIB di Stadion Warsawa.Timnas Belanda sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-43 melalui gol Jakub Kaminski.Namun, dua menit setelah babak kedua dimulai, Memphis Depay menyamakan kedudukan menjadi 1-1.Skor itu bertahan hingga akhir laga Polandia vs Belanda sehingga membuat Der Oranje hanya menambah satu poin dan menunda peluang untuk memastikan kelolosan ke putaran final.Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi skuad Ronald Koeman, yang sebelumnya tampil impresif dalam beberapa laga terakhir.Namun, penampilan di Warsawa kembali memunculkan kritik dari kalangan pengamat—terutama dari mantan penyerang timnas, Pierre van Hooijdonk.Baca juga: Hasil Polandia Vs Belanda 1-1: Langkah Tim Oranje ke Piala Dunia TertundaDalam ulasan di NOS, Van Hooijdonk menyebut permainan Belanda saat melawan Polandia memperlihatkan masalah klasik yang belum terselesaikan: sikap terlalu santai para pemain saat menghadapi tim-tim non-unggulan.“Ketika Belanda tidak bermain melawan tim-tim besar, saya tidak melihat adanya rasa urgensi,” ujar Van Hooijdonk.“Mereka sering membiarkan lawan bergerak bebas, dan itu juga terjadi saat menghadapi Lithuania. Itu disebabkan oleh para gelandang, dan karena itulah kita sering kehilangan momentum melawan tim-tim seperti ini.”Van Hooijdonk secara khusus menyoroti Ryan Gravenberch, yang menurutnya beberapa kali lalai dalam menjaga pemain lawan.Baca juga: Hasil Lengkap Kualifikasi Piala Dunia 2026: Kroasia Lolos, Belanda TersandungMenurut analis yang mencatatkan 46 caps bersama timnas Belanda itu, pola bermain tanpa intensitas ini bisa menjadi masalah serius ke depan.“Itu sebenarnya bentuk kemalasan, dan hal seperti ini bisa jadi pembunuh,” ucap Van Hooijdonk dengan nada kesal. “Sekarang kalian merasa berkuasa, tapi itu hanya ilusi. Kalian tidak menciptakan apa-apa.”Van Hooijdonk menilai permainan Belanda melawan Polandia hanya dominan dalam penguasaan bola tanpa produktivitas nyata.Ia menyebut pertandingan tersebut sebagai contoh klasik bagaimana tim tampil datar tanpa hasil konkret.“Ini pertandingan khas Belanda, di mana mereka banyak menguasai bola tetapi tidak melakukan apa-apa dengan itu. Mereka benar-benar tidak menciptakan banyak peluang,” jelasnya.Menurutnya, pola permainan seperti itu tidak akan berhasil jika menghadapi lawan kuat.“Cara bermain seperti ini tidak akan muncul saat melawan tim-tim besar. Lihat saja ketika melawan Spanyol di Nations League—semuanya tampil fokus,” ujar Van Hooijdonk menutup komentarnya.Dengan hasil imbang ini, Belanda harus menunggu laga berikutnya untuk memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.Ronald Koeman kini dituntut untuk segera memperbaiki mentalitas tim agar tak kehilangan momentum menjelang penentuan akhir di fase kualifikasi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-03 12:44