- Di media sosial beredar unggahan disertai tautan yang diklaim akses untuk mencairkan insentif RP 2,1 juta bagi guru non-aparatur sipil negara, guru honorer, dan pegawai bantuan.Narasi ini beredar di medsos pada pertengahan November 2025.Namun, unggahan itu dipastikan menyebarkan informasi keliru. Konten itu hoaks dan terindikasi sebagai modus penipuan.Pemerintah memang memberikan insentif kepada guru non-ASN dan pendidik nonformal. Insentif yang diberikan sekitar Rp 300.000 per bulan.Bantuan itu dirapel dalam satu kali transfer sebesar Rp 2,1 juta untuk tujuh bulan ke depan. Ada 341.248 guru yang mendapatkan bantuan dalam program ini.Ada juga bantuan subsidi upah yang diberikan sebesar Rp 300.000 per bulan yang dirapel satu kali transfer sebesar Rp 600.000 untuk dua bulan. Penerima bantuan ini adalah 253.407 pendidik nonformal.Nama para penerima bantuan bisa dicek di laman resmi Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.Tidak ada pencairan insentif hingga Rp 2,1 juta sebagaimana yang ditulis dalam unggahan. Unggahan juga tidak mengarah ke situs resmi pemerintah atau kementerian.Tautan diarahkan pada situs yang meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Awas, ini merupakan modus phishing atau pencurian data pribadi.Jangan serahkan data pribadi apa pun ke situs yang berjanji memberikan hadiah atau penawaran menarik lain.Simak penjelasannya dalam infografik berikut ini:A post shared by Cek Fakta Kompascom (@cekfakta.kompascom)
(prf/ega)
INFOGRAFIK: Hoaks Berupa Tautan untuk Dapat Insentif Guru Honorer dan Non-ASN
2026-01-11 22:20:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:56
| 2026-01-11 20:57
| 2026-01-11 20:48
| 2026-01-11 20:20










































