Kerangka Manusia Ditemukan di Wonogiri, Ternyata Lansia yang Hilang Sejak Januari 2025

2026-01-16 02:14:00
Kerangka Manusia Ditemukan di Wonogiri, Ternyata Lansia yang Hilang Sejak Januari 2025
WONOGIRI, — Warga Dusun Tinasat, Desa Gesing, Kecamatan Kismantoro, digemparkan oleh penemuan kerangka manusia di area perkebunan RPH Tinasat pada Senin sekitar pukul 06.00 WIB.Hasil otopsi memastikan bahwa kerangka tersebut merupakan sosok Tukirah (69), warga setempat yang dilaporkan hilang sejak awal tahun.Menurut keterangan yang diterima, penemuan kerangka pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Gunawan (35) yang sedang mencari pakan ternak di kawasan perkebunan.Baca juga: 3 Bulan Usai Kades Didemo, Kantor Desa Wonogiri Masih Ditutup, Pelayanan WFHSaat melintas, ia secara tidak sengaja melihat tulang yang diduga kerangka manusia.Gunawan kemudian memanggil rekannya, Jaimin (64), untuk memastikan temuan tersebut.Keduanya lalu melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT Fachul Hasan, yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke Pemerintah Desa dan Polsek Kismantoro.Berdasarkan catatan Polsek Kismantoro, Tukirah sebelumnya dilaporkan hilang pada 31 Januari 2025.Upaya pencarian telah dilakukan oleh perangkat desa, keluarga, dan unsur terkait, namun hingga berbulan-bulan pencarian tidak membuahkan hasil.Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, ditemukan sejumlah barang yang mengarah kuat pada identitas korban, di antaranya sandal warna kuning merek Melly (sebelah kiri) dan pakaian pendek warna hitam yang identik dengan pakaian terakhir yang dikenakan Tukirah.Keluarga korban, terutama saksi bernama Mesni, membenarkan bahwa barang-barang tersebut sesuai dengan yang dibawa Tukirah saat terakhir meninggalkan rumah.Pamapta Polres Wonogiri bersama tim inafis dan Puskesmas Kismantoro langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis.Dokter Puskesmas Kismantoro, Muhammad Nasir, mengungkapkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindak pidana pada kerangka tersebut.“Kami memastikan bahwa penyebab kematian tidak berkaitan dengan tindak pidana. Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan barang-barang yang ditemukan dan kecocokan keterangan keluarga,” jelas Nasir dalam laporan kepada penyidik.Kasi Humas AKP Anom Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga yang cepat melapor dan menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani setiap laporan masyarakat dengan profesional.Baca juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Saguling Bandung Barat, Polisi Selidiki Penyebab Kematian“Polres Wonogiri berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat dan responsif pada setiap laporan masyarakat. Kami juga mengimbau warga untuk segera melapor jika mengetahui adanya hal mencurigakan atau kehilangan anggota keluarga,” ujarnya.Setelah melalui pemeriksaan dan proses identifikasi, kerangka Tukirah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.Keluarga menyatakan menerima musibah ini dengan ikhlas dan membuat surat pernyataan bahwa tidak meminta proses otopsi.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-16 01:09