7 Target Operasi Zebra di Pelalawan: Balap Liar hingga Knalpot Brong

2026-02-01 22:29:50
7 Target Operasi Zebra di Pelalawan: Balap Liar hingga Knalpot Brong
Polres Pelalawan memulai Operasi Zebra Lancang Kuning 2025. Ada tujuh target pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan, antara lain balap liar hingga knalpot brong.Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara yang memimpin Apel Pasukan Operasi Lancang Kuning 2025, mengatakan bahwa operasi ini merupakan upaya strategis Polri dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar)."Operasi Zebra dilaksanakan untuk mewujudkan ketertiban berlalu lintas demi keselamatan bersama. Sasaran kita adalah segala bentuk potensi gangguan lalu lintas, mulai dari kemacetan, pelanggaran, hingga kecelakaan yang dapat terjadi sebelum, selama, atau sesudah operasi," ujar AKBP John Louis, Senin .Kapolres menambahkan bahwa operasi menitikberatkan kepada edukasi, namun penegakan hukum tetap dilakukan, baik melalui tilang elektronik (E-TLE) maupun tilang manual."Operasi ini kedepankan langkah preemtif dan preventif. Namun tilang tetap berlaku bagi pelanggar kasat mata. Penindakan didominasi E-TLE sebanyak 95 persen dan 5 persen tilang manual," kata John didampingi Kasat Lantas AKP Rizkyan Tatit Handayani.Melalui pelaksanaan Operasi Zebra 2025, Kapolres berharap terciptanya peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta penurunan angka kecelakaan di wilayah Pelalawan."Kami berharap dengan operasi ini dapat menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama," imbuhnya.Adapun tujuh sasaran prioritas Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 meliputi:1. Aksi balap liar2. Knalpot Brong3. Menggunakan Ponsel saat berkendara4. Kendaraan tidak memenuhi persyaratan dan tidak laik jalan5. Pengendara maupun penumpang yang tidak memakai helm SNI6. Pelanggaran rambu dan marka jalan7. Pelanggaran kasat mata yang berpotensi menyebabkan kecelakaanOperasi Zebra Lancang Kuning 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Operasi ini bertujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas di wilayah Kabupaten Pelalawan.Apel pasukan Operasi Zebra Lancang Kuning di Polres Pelalawan dihadiri Ketua DPRD Pelalawan Syafrizal, Kadishub Pelalawan Ferry Zulkarnain, Kadis PUPR Pelalawan Irham Bisbar, Kasatpol PP, PJU Polres Pelalawan, para pengemudi ojol, perwakilan dari SMA 2 Pelalawan dan Pramuka SMAN 1 dan SMAN 2 Pangkalan Kerinci. Dalam kegiatan tersebut , Kapolres Pelalawan beserta Forkopimda juga menyerahkan helm untuk perwakalian pengemudi ojol dan perwakilan murid SMA dan pramuka.Simak juga Video: Dear Pengendara, Operasi Zebra Jaya 2025 Dimulai Hari Ini Ya[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-01 21:04