Wisata di Bali Terlihat Sepi Saat Libur Nataru, Gubernur Koster: Faktor Cuaca

2026-02-02 14:02:50
Wisata di Bali Terlihat Sepi Saat Libur Nataru, Gubernur Koster: Faktor Cuaca
DENPASAR, - Gubernur Bali, I Wayan Koster menjelaskan penyebab pariwisata di Pulau Dewata terlihat sepi saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Menurutnya, kondisi ini dikarenakan cuaca yang kurang bagus. Sehingga para wisatawan lebih memilih berada di hotel. “Dari Desember sampai 1 Januari itu kira-kira hujannya kategorinya sedang sampai lebat, sehingga banjir di beberapa tempat. Saya kira itu membuat situasi tidak nyaman," katanya dalam keterangan resmi, Minggu .Di sisi lain, ia menyebut, tingkat hunian hotel pada momen Nataru telah mencapai 75 persen sampai 85 persen.Jumlah itu disebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang berkisar di 79 persen hingga 84 persen.Baca juga: Koster Sebut Wisman ke Bali Naik 600 Ribu, Bantah Isu Penurunan Kunjungan di Akhir Tahun"Itulah sebabnya barangkali tingkat huniannya tinggi tapi aktivitas para wisatawan di luar hotel itu tidak seramai tahun lalu karena memang cuacanya sedang tidak baik,” katanya.Namun, secara year on year, apabila dihitung dari bulan Januari hingga Desember 2025, tingkat hunian hotel mengalami penurunan sekitar 4 persen.Menurutnya, belakangan ini banyak wisatawan yang tidak menggunakan hotel yang berbayar pajak.Mereka memilih vila, rumah milik pribadi, atau fasilitas lain yang tidak terdaftar sebagai pelaku usaha pariwisata yang membayar pajak."Nah, inilah salah satu faktor yang membuat tingkat hunian hotel di Bali mengalami penurunan tidak sejalan dengan jumlah wisatawan mancanegara yang justru mengalami peningkatan pada tahun 2025,” ungkap Koster.Baca juga: Lonjakan Wisatawan di Ulun Danu Beratan Bali Saat Libur Nataru Capai 1.800 Orang Per HariDiberitakan sebelumnya, Koster menyebut berdasarkan data kedatangan internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 6,9 juta.Sehingga ia membantah, wisman yang datang ke Bali mengalami penurunan.“Pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali itu mencapai 6,3 juta orang. Kemudian pada tahun 2025 sampai tanggal 26 Desember mencapai 6,9 juta orang. Jadi sudah meningkat 600 ribu sampai dengan tanggal 26 Desember 2025,” jelas Koster dalam keterangan tertulisnya.Koster memperkirakan hingga akhir tahun 2025, jumlah wisman akan mencapai 7,05 juta orang.Per hari, lanjut dia, kedatangan wisatawan terhitung antara 23 ribu sampai 24 ribu orang. Sehingga ia memperkirakan, sampai dengan akhir tahun nanti akan ada penambahan jumlah wisatawan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 11:45