Kabur dari Ponpes, Santri asal Jember Ditemukan Linglung di Banyuwangi

2026-02-01 22:12:49
Kabur dari Ponpes, Santri asal Jember Ditemukan Linglung di Banyuwangi
BANYUWANGI, - Seorang santri laki-laki asal Jember, Muhammad Abdul Rahman, ditemukan dalam keadaan linglung di depan minimarket dekat Kantor Pemda Banyuwangi pada Selasa sekitar pukul 23.00 WIB. Ia dalam kondisi wajah penuh luka dan pakaian kotor.Warga yang melihat kondisi remaja tersebut segera melapor kepada Satpol PP yang sedang bertugas di pos Pemda Banyuwangi.Abdul Rahman kemudian dibawa ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan luka di wajahnya.Baca juga: Hari Pahlawan, Santri Kecil di Sumenep Pentaskan Peristiwa Heroik di Surabaya"Menurut pengakuan si anak, lukanya diakibatkan jatuh dari truk yang ditumpanginya dari Jember," ujar Khoirul Hidayat, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos PPKB Banyuwangi, Rabu .Setelah dirawat di RSUD Blambangan, Abdul Rahman diantar ke shelter pemerlu atensi sosial (PAS).Dinas sosial memberikan kebutuhan dasar seperti tempat istirahat, perlengkapan mandi dan makan minum sembari menunggu respons dari pihak pondok pesantren yang dihubungi Satpol PP.Petugas keamanan dan Satpol PP berusaha menghubungi Pondok Pesantren Darul Hikmah Al Ghazali Jember, tempat Abdul Rahman berasal."Setelah berhasil menghubungi ustadznya, petugas diberikan nomor telepon keluarga," tambah Khoirul.Baca juga: Kemkomdigi Ajak Santri Jadi Sahabat Tunas, Cegah Bullying di MedsosPetugas keamanan kemudian melakukan video call dengan orang tua Abdul Rahman.Dalam percakapan tersebut, diketahui bahwa remaja itu berangkat dari rumahnya menggunakan sepeda motor, namun saat kejadian, keberadaan motor tersebut tidak diketahui.Polresta Banyuwangi yang juga menerima laporan dari warga turut menindaklanjuti dengan menyelidiki perkara motor yang dibawa Abdul Rahman.Mereka juga memberikan pendampingan kepada keluarga Abdul Rahman saat melakukan penjemputan anak mereka.Menurut pengakuan orang tua Abdul Rahman, Seniman, anaknya sempat mondok namun mengalami kesurupan sehingga perlu mendapatkan pengobatan dengan cara ruqyah.Abdul Rahman berangkat dari rumah di Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember pada 11 November 2025 sekitar pukul 12.00 WIB menuju pondok pesantren."Namun dia mengaku kabur dari pondok menumpang truk dengan niatan mau ke Bali," ungkap Khoirul.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-01 20:59