- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) mengklaim telah memberikan tunjangan kinerja (tukin) dosen sebanyak Rp 2,3 triliun pada 2025 ini.Pemberian tukin dosen ini disebut Sekretaris Jenderal Togar M Simatupang lebih cepat satu bulan dari rencana awal."Kami telah menyalurkan tukin sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Pak Menteri (Brian Yuliarto) yaitu bulan Agustus dan kami bisa merealisasikannya di bulan Juli ya itu sekitar Rp 2,3 triliun," ujar Togar, Rabu di Gedung Kemendikti saintek, Jakarta Pusat saat temu media.Baca juga: Kemendikti: 60 Kampus dan 18.000 Lebih Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera"Yang diberikan kepada tiga kategori dosen yaitu dosen yang ada di satker, dosen yang ada di PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) yang belum mendapatkan remunerasi, dan yang terakhir adalah yang berkaitan dengan dosen yang ditugaskan di LLDIKTI," imbuh Togar.Dalam data yang dipaparkan pada layar, tertulis jumlah dosen penerima tukin pada 2025 ini sebanyak 30.258 orang.Terdiri dari dosen CPNS sebanyak 5.262 orang, dosen PNS 22.572 orang, dan dosen PPPK 2.424 orang./ALBERTUS ADIT Ilustrasi dosen PTN CPNS 2024Lebih lanjut Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikti saintek, Khairul Munadi menyampaikan Direktorat Jenderal yang dipimpinnya telah melakukan beberapa upaya terkait dengan peningkatan mutu dan kesejahteraan dosen."Yang pertama ada 15.000 dosen lulus sertifikasi untuk tahun ini. Kemudian yang kedua adalah ada 30.258 dosen menerima tunjangan kinerja atau tukin," ucap Khairul Munadi.Kemudian ada 148 dosen yang menjadi motor program PMDSU."Ini adalah program flagship kita untuk percepatan mahasiswa dari sarjana menuju doktor untuk talenta-talenta muda dan ada 168 mahasiswa doktoral. Ini juga kita masukkan sebagai program akselerasi dosen dan ilmuan unggul secara nasional," kata Khairul Munadi.Baca juga: Bertemu Menkeu Purbaya, Aliansi Dosen Keluhkan Tukin 2020-2024 Belum DibayarPada tahun 2025 ini Ditjen Pendidikan Tinggi juga memberikan dukungan kepada 67 perguruan tinggi sebagai penerima bantuan unit layanan disabilitas terkait penguatan kampus inklusif.
(prf/ega)
Kemendikti Klaim Telah Salurkan Rp 2,3 Triliun Tukin Dosen pada 2025
2026-01-12 06:33:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:51
| 2026-01-12 06:49
| 2026-01-12 06:41
| 2026-01-12 06:25
| 2026-01-12 04:49










































