Keunggulan Bobibos Dibandingkan BBM Konvensional Menurut Pengembang

2026-01-14 11:25:01
Keunggulan Bobibos Dibandingkan BBM Konvensional Menurut Pengembang
BOGOR, — Inovasi bahan bakar nabati Bobibos kembali menjadi sorotan setelah resmi diluncurkan sebagai alternatif baru di tengah mahalnya biaya energi berbasis fosil.Produk racikan Muhammad Ikhlas Thamrin di bawah PT PT. Inti Sinergi Formula ini dikembangkan melalui riset selama lebih dari satu dekade dan digadang-gadang mampu menjadi pesaing BBM konvensional.Baca juga: Modifikasi Chery J6: Nyaman buat Harian, Tangguh untuk OverlandingBobibos—singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos—hadir dalam dua jenis, yaitu bensin dan solar. Bahan bakunya berasal dari tanaman yang tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia. Berikut sederet keunggulan Bobibos berdasarkan klaim pengembang ketika dibandingkan dengan BBM fosil yang umum dipakai masyarakat saat ini.1. RON Mendekati 98, Setara BBM PremiumBobibos diklaim memiliki Research Octane Number (RON) yang mendekati 98. Angka ini berada di level yang sama dengan BBM oktan tinggi di pasaran. Pada BBM konvensional, RON tinggi identik dengan pembakaran lebih sempurna. Bila klaim Bobibos terbukti, karakternya berpotensi menyamai bahkan melampaui BBM fosil kelas menengah–atas.2. Dibuat dari Tanaman, Bukan Minyak FosilPerbedaan mendasar Bobibos dengan BBM konvensional terletak pada sumber energi.Bobibos: berasal dari tanaman yang menurut pengembang mudah dibudidayakan di berbagai lahan produktif.BBM konvensional: berasal dari minyak bumi yang ketersediaannya terbatas dan sangat dipengaruhi harga global.Bobibos BBM Bobibos3. Klaim Emisi Lebih RendahBBM fosil dikenal menghasilkan emisi gas buang lebih tinggi, terutama pada kendaraan diesel yang menggunakan solar standar. Bobibos disebut memiliki emisi lebih rendah berkat proses pembakaran yang lebih bersih serta bahan baku nabati yang ramah lingkungan. Klaim ini masih menunggu verifikasi lebih lanjut.4. Jarak Tempuh Disebut Lebih PanjangPengembang menyebut Bobibos mampu membuat kendaraan menempuh jarak lebih jauh dibandingkan solar konvensional. Meski masih membutuhkan pengujian independen, klaim ini memberi sinyal potensi efisiensi yang lebih tinggi.5. Proyeksi Harga Produksi Lebih TerjangkauHarga BBM konvensional sangat dipengaruhi oleh nilai tukar, geopolitik, serta harga minyak mentah dunia. Sebaliknya, Bobibos memanfaatkan tanaman lokal yang disebut memiliki ketersediaan lebih melimpah. Pengembang menilai potensi produksi massalnya dapat menekan biaya.Baca juga: Mengulik Interior Toyota Corolla Altis GR HEV6. Hasil Riset Lokal Selama 10 TahunSelama lebih dari 10 tahun, Ikhlas melakukan riset mandiri tanpa dukungan teknologi luar negeri. Bobibos diposisikan sebagai bagian dari upaya menuju kemandirian energi berbasis inovasi lokal, meski tingkat kesiapan produknya masih perlu melalui berbagai tahap pengujian formal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 10:58