MATARAM, - Pemerintah Kota Mataram buka suara terkait Gudang Bulog di dekat TPS Sandubaya yang disorot oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto.Titiek menilai keberadaan TPS di dekat Gudang Bulog tersebut menimbulkan bau menyengat yang dikhawatirkan dapat berdampak pada kualitas beras yang disimpan di gudang tersebut.Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri membenarkan telah beberapa kali menerima surat dari Bulog NTB terkait hal tersebut. Namun, Pemkot Mataram mengaku terkendala membuang sampah, karena saat ini TPA Kebon Kongok yang berlokasi di Lombok Barat telah ditutup atau dibatasi jumlah pembuangannya."Kendala kita untuk membuang sampah yang sekitar 250 ton setiap hari kita dapat kendala, karena TPA Kebon Kongok ditutup sehingga satu-satunya jalan di situ yang kita punya lahan," kata Lalu Alwan saat dikonfirmasi di Mataram, Kamis .Baca juga: Gudang Bulog Dekat TPS, Titiek Soeharto: Kita Masuk Baunya MenyengatAkibat pembatasan pembuangan ke TPA tersebut, volume sampah yang berada di TPS Sandubaya mengalami over kapasitas.Dulu, volume sampah di TPS Sandubaya hanya 150-160 ton per hari dan sekarang menjadi 200-250 ton per hari.Baca juga: Ditemukan 110 Ton Beras Oplosan di Lombok Timur, Oknum Bulog Diduga Terlibat"Kan dulu sampah lintas saja di situ hanya sehari lalu diangkut ke TPA Kebon Kongok dan itu tidak dipermasalahkan," kata Alwan. Pihaknya berharap, Pemerintah Provinsi NTB mau memfasilitasi Pemerintah Kota Mataram dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk duduk bersama membahas persoalan sampah ini."Ke mana harus kita buang karena Kebon Kongok saat ini masih membatasi kita membuang di situ, nah itu yang menjadi kendala kita. Sehingga Pak Wali satu-satunya lahan ada di sana yang cukup luas ya sementara di situ," kata Alwan. Pemkot Mataram telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah volume sampah di TPS Sandubaya, di antaranya menggunakan mesin insinerator atau alat untuk membakar limbah padat dengan suhu tinggi.Alat tersebut bisa mengurangi sampah sebanyak 10 ton sehari. Dalam waktu dekat, Pemkot Mataram juga akan membangun TPST di kawasan Bintaro yang diharapkan dapat mengurangi volume sampah di TPS Sandubaya. Upaya lain adalah memilah sampah organik dan sampah plastik, serta pengelolaan sampah dengan menggunakan 'tempah dedoro' atau tempat sampah organik yang kini sedang dikembangkan oleh dinas Lingkungan Hidup."Sudah menjadi perhatiannya Pak Wali juga pemerintah kota, bukan kita menutup mata," kata Alwan.
(prf/ega)
Gudang Bulog Dekat TPS Disorot Titiek Soeharto, Pemkot Mataram Buka Suara
2026-01-12 03:11:41
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:46
| 2026-01-12 02:08
| 2026-01-12 01:53
| 2026-01-12 01:48
| 2026-01-12 01:22










































