Daftar Motor yang Disuntik Mati pada Tahun 2025

2026-02-03 16:48:50
Daftar Motor yang Disuntik Mati pada Tahun 2025
JAKARTA, – Tahun 2025 menjadi momen penting bagi industri sepeda motor di Indonesia, sebab sejumlah model populer terpaksa berhenti produksi dan dipasarkan.Persaingan ketat, perubahan tren konsumen, serta penyederhanaan lini produk membuat beberapa pabrikan memilih menghentikan model lama demi fokus pada segmen yang dinilai lebih relevan. Berikut deretan motor yang resmi disuntik mati sepanjang 2025.Yamaha menjadi salah satu pabrikan yang mengambil keputusan besar pada akhir tahun, dengan menghentikan perjalanan Yamaha Vixion R.Motor sport naked ini kini tak lagi diproduksi, meski Vixion versi standar masih dipertahankan.Baca juga: Bolehkah Sering Fast Charging Mobil Listrik? Ini Kata AhliDok. YIMM Yamaha Vixion R 2022Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifki Maulana.“Vixion kan kita sudah discontinue ya Vixion-R. Sekarang kita masih sama XSR, R Series, kemudian WR Series, dan MT Series. Vixion masih ada yang standar, yang R-nya sudah enggak ada,” ujar Rifki di Jakarta, Sabtu .Pada November 2025, Vixion R masih dipasarkan di kisaran Rp 34.020.000, sementara Vixion standar dibanderol Rp 30.250.000.Baca juga: Dari Impor ke Ekosistem Industri, Begini Jejak Tumbuhnya Otomotif Indonesia yang Menggerakkan EkonomiDok. SIS Suzuki Avenis 125Dengan disuntik matinya Vixion R, Yamaha kini memfokuskan lini motor sport pada model-model lain yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.Tak hanya Yamaha, Suzuki juga mengambil langkah serupa pada segmen skutik entry-level. Memasuki pertengahan 2025, Suzuki menghentikan penjualan Suzuki Avenis 125. Hilangnya model ini terungkap dari absennya Avenis di laman resmi Suzuki Indonesia per Juni 2025.Teuku Agha Alravy, 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, mengakui bahwa pihaknya sudah tidak lagi menjual model tersebut.Baca juga: Insentif Mobil Listrik Berakhir 2026: Apa Dampaknya?/Gilang Usai meluncur pada akhir Oktober 2022, Kompas.com mendapat kesempatan untuk menjajal Suzuki Avenis 125 selama satu pekan“Sudah enggak bisa (dipesan). Tahun 2025 ini sudah berhenti,” ujar Agha kepada Kompas.com .Saat meluncur pada akhir 2022, Avenis 125 dipasarkan Rp 29.970.000 OTR DKI Jakarta. Salah satu daya tariknya ada pada posisi tutup tangki bensin di bagian belakang, sehingga pengendara tak perlu membuka jok saat mengisi bahan bakar.Skutik ini juga dibekali tangki berkapasitas 5,2 liter, namun keunikannya belum cukup kuat untuk membuatnya bertahan di pasar dalam negeri.Baca juga: Teknik Aman Naik Motor di Jalan Licin Saat Musim HujanDok. TVS TVS RockzDari kubu TVS, model bebek TVS Rockz juga turut menghilang dari daftar produk yang dipasarkan di Indonesia. Motor yang sebelumnya dibanderol Rp 16.990.000 ini sempat dijual bersama TVS Neo XR yang dihargai Rp 14.700.000.Kini, TVS Rockz sudah tak lagi tersedia untuk pasar domestik dan hanya diprioritaskan untuk ekspor. Hal tersebut disampaikan oleh Ryan Rahadian, Head of Marketing PT TVS Motor Indonesia.“Masih ada tapi khusus pasar ekspor, sekarang hanya by order saja,” kata dia, kepada Kompas.com .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-03 15:28